Bantahan Ketua PSI Binjai Usai Dilaporkan Dugaan Cabul Modus Dukun

Tim detikSumut - detikSumut
Minggu, 15 Mei 2022 07:55 WIB
Agung Ramadan, Ketua PSI Binjai dituduh melakukan pencabulan kepada seorang wanita berinisial IAP. Agung pun dilaporkan ke polisi atas kasus tersebut.
Foto: detikcom/Ilustrasi oleh Edi Wahyono
Binjai -

Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Binjai, Agung Ramadhan, dilaporkan oleh seorang wanita dalam kasus dugaan pencabulan. Agung pun membantah hal itu.

Kasus ini dilaporkan seorang wanita berinisial IAP. Polres Binjai saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan itu.

"Terkait adanya laporan (IAP terhadap AR) tersebut benar. Laporan tersebut masih dalam penyelidikan dan masih kami dalami," kata Kasat Reskrim Polres Binjai AKP Rian Permana kepada detikSumut saat dihubungi, Jumat (13/5/2022).


Rian mengatakan pihaknya masih memanggil saksi-saksi dalam kasus ini. Pemanggilan kepada saksi dari pelapor.

Secara terpisah, Ps Kasi Humas Polres Binjai Iptu Junaidi menjelaskan laporan IAP yang telah diterima pihaknya yaitu Agung diduga meraba IAP. Peristiwa itu disebut terjadi pada bulan November 2021 yang lalu.

"Informasi sementara bentuk pencabulan yang diterima IAP, dia diduga digerayangi oleh Ketua Partai PSI Binjai berinisal AR dengan modus mengerti tentang ilmu magic atau seperti dukun begitu. Kira-kira seperti itu," jelasnya.

Ketua PSI Binjai yang dilaporkan, Agung Ramadhan, pun buka suara terkait hal itu. Agung membantah dirinya melakukan perbuatan cabul.

"Terkait pemberitaan yang saat ini sedang beredar di beberapa media, atas tuduhan yang ditujukan ke saya, Agung Ramadan, bersama ini secara pribadi saya membantah," ujarnya melalui keterangan tertulis yang dibagikan DPW PSI Sumut, Sabtu (14/5).

Agung mengajak semua pihak untuk menghormati proses hukum yang sedang berjalan apalagi masalah ini sudah dilaporkan kepada kepolisian. Selain itu dia meminta agar asas praduga tidak bersalah diutamakan.

"Kepada teman-teman media, saya harap bisa bersabar. Saya harap teman-teman media lebih mengedepankan profesionalitas yang sudah diatur oleh UU pers dan kebebasan berpendapat, tidak hanya mendengar sepihak, harusnya konfirmasi ke saya untuk fakta sebenarnya," tutur Agung Ramadan.

"Tolong kedepankan asas praduga tidak bersalah dan belum ada dari ketetapan hukum atas perkara tersebut," sambungnya.



Simak Video "Viral Warga 'Dijebak Narkoba', Kasat Narkoba Polres Binjai Dicopot!"
[Gambas:Video 20detik]
(afb/afb)