2 Orang Jadi Tersangka Kasus Tambang Longsor Bikin 12 Orang Tewas

Datuk Haris Molana - detikSumut
Senin, 09 Mei 2022 22:59 WIB
Tambang emas di Madina yang timbun 12 orang
Tambang emas di Madina yang timbun 12 orang (istimewa)
Medan -

Kasus longsornya tambang emas yang menyebabkan 12 orang tewas tertimbun di Mandailing Natal, Sumatera Utara, terus bergulir. Polisi memastikan tambang itu adalah ilegal.

"Hasil pemeriksaan oleh penyidik dari Polda Sumut dan Polres Mandailing Natal, kita sudah memeriksa pemilik lahan, kemudian penampung, kepala desa, dinas terkait yang ada di Pemda, dan menyimpulkan bahwa tambang emas itu adalah ilegal," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi, Senin (9/5/2022).

Selain tambang itu ilegal, polisi juga menetapkan dua orang tersangka. Keduanya selaku pemilik modal dan selaku pengepul.


"Kita sudah menetapkan dua orang sebagai tersangka, yang pertama itu adalah pemodal, pemilik alat dan pemilik lahan inisal JP. Kemudian yang satu lagi tersangkanya adalah sebagai pengepul atau penerima dimana para penambang ini setiap tiga atau dua hari mereka mengumpulkan hasil tambang kemudian dijual kepada pengepul inisial AP," sebut Hadi.

Hadi mengatakan kedua tersangka saat ini sedang menjalani proses penahanan di Polres Madina.

Selain itu, Hadi menuturkan bahwa tambang emas tersebut telah beroperasi selama 2 hingga 3 tahun. Namun, hal ini masih didalami oleh kepolisian.

"Mereka mengatakan bahwa tambang emas ini beroperasi kurang lebih antara 2-3 tahun. Tapi itu terus didalami, betul tidak pernyataan seperti itu," ujar Hadi.

Hadi menuturkan bahwa tersangka JP menyiapkan lahan, lalu dilakukan penambangan oleh para korban dengan konsekuensi emas yang didapat dijual kepada tersangka AP sebagai pengepul.

"Jadi masyarakat ini disiapkan lahan oleh si JP kemudian dia melakukan penambangan, mereka melakukan penambangan sendiri dengan konsekuensinya setelah mereka mendapatkan itu (emas) kemudian menjual. Per-gramnya kalau nggak salah Rp 772 ribu, itu dijualnya kepada si pengepul AP," sebut Hadi.

Akibat perbuatannya, terhadap pemilik lahan dijerat dengan UU Cipta Kerja jo pasal 158 UU RI No 3 Tahun 2020 tentang perubahan UU RI nomor 4 Tahun 2002 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara dan atau Pasal 359 KUHP. Sementara terhadap penampung / pembeli emas, digunakan pasal 161 UU RI No 3 tahun 2020 tentang Minerba.

Sebelumnya, 12 orang yang merupakan penambang emas di Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, meninggal dunia akibat tertimbun. Mereka tertimbun di akibat longsor di lubang lokasi mereka menambang.

"Benar (12 penambang emas meninggal tertimbun)," kata Kapolres Madina AKBP Muhammad Reza Chairul Akbar Sidiq saat dikonfirmasi, Kamis (28/4).

Peristiwa itu terjadi di Kecamatan Lingga Bayu, Madina, sekitar pukul 15.30 WIB. 12 orang penambang yang meninggal itu wanita semuanya.

"Akibat longsoran tebing lubang dompengan tersebut 12 orang meninggal dunia, sedangkan 2 orang berhasil keluar dari lubang (selamat)," ucap Reza.



Simak Video "Duh! Pemotor Asal Aceh Nyasar Masuk Tol Medan Gegara Google Maps"
[Gambas:Video 20detik]
(dhm/afb)