Makna Ikan Mas Arsik dalam Adat Batak Toba: Doa hingga Harapan

Makna Ikan Mas Arsik dalam Adat Batak Toba: Doa hingga Harapan

Nanda - detikSumut
Kamis, 23 Apr 2026 08:29 WIB
Arsik ikan mas
Foto: Instagram
Medan -

Ikan mas arsik menjadi salah satu hidangan di kegiatan adat Batak Toba. Tidak hanya dikenal dengan rasanya, ikan mas arsik pada acara adat Batak Toba mengandung sarat makna mendalam.

Setiap penyajiannya memiliki filosofi tersendiri yang berkaitan dengan doa, harapan, dan perjalanan hidup manusia bagi Batak Toba. Dikutip dari Jurnal Ilmiah Pariwisata Imelda berjudul "Ikan Mas Arsik sebagai Makanan Upacara Adat Khas Batak Toba Sumatra Utara" oleh Irma Yohana Munthe dan Chairiza Azmi (2023), berikut makna ikan mas arsik dalam adat Batak Toba,

Makna Ikan Mas Arsik di Adat Batak Toba

Restu di Upacara Pernikahan

Dalam prosesi pernikahan adat Batak Toba, ikan mas arsik menjadi simbol doa dan restu bagi pasangan pengantin. Hidangan ini melambangkan harapan akan kesuburan, kehidupan rumah tangga yang harmonis, serta keberkahan dalam menjalani kehidupan baru.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Biasanya, ikan diberikan oleh pihak keluarga perempuan kepada pengantin sebagai bentuk kasih sayang dan restu orang tua. Pemilihan ikan yang besar, segar, dan terkadang sedang bertelur juga memiliki arti tersendiri, yakni harapan agar pasangan segera memperoleh keturunan.

Nasihat pada Acara 7 Bulanan

Ikan mas arsik juga hadir dalam tradisi tujuh bulanan sebagai simbol doa bagi calon ibu dan bayi. Dalam momen ini, keluarga memberikan ikan arsik disertai nasihat dan harapan agar ibu tetap sehat, tenang, serta proses persalinan berjalan lancar.

ADVERTISEMENT

Prosesi ini mencerminkan perhatian dan dukungan keluarga terhadap keberlangsungan kehidupan yang akan lahir.

Ungkapan Kebahagiaan saat Bertambah Jumlah Keluarga

Dalam adat kelahiran, ikan mas arsik melambangkan bertambahnya anggota keluarga. Biasanya disajikan tiga ekor ikan yang memiliki makna simbolis sebagai ayah, ibu, dan anak yang baru lahir. Tradisi ini menjadi bentuk ungkapan kebahagiaan sekaligus doa agar keluarga tersebut diberkati dan kehidupan anak yang lahir berjalan baik ke depannya.

Doa dan Harapan Agar Bahagia Menjalani Kehidupan

Pada acara keagamaan seperti angkat sidi, ikan mas arsik digunakan sebagai simbol rasa syukur dan sukacita. Hidangan ini diberikan sebagai tanda bahwa seseorang telah bertumbuh dalam iman. Selain itu, ikan arsik juga melambangkan harapan agar individu tersebut semakin taat, dewasa secara spiritual, dan menjalani kehidupan dengan penuh kebahagiaan.

Selain sebagai simbol dalam berbagai upacara adat, pemberian ikan mas arsik juga tidak lepas dari aturan budaya yang mengikat dalam masyarakat Batak Toba. Dalam prosesi adat, ikan arsik umumnya diberikan oleh pihak keluarga perempuan atau yang dikenal sebagai hula-hula, yakni kerabat dari pihak istri.

Hal ini mencerminkan peran penting keluarga perempuan dalam memberikan restu, doa, serta harapan kepada pihak laki-laki maupun pasangan yang menerima. Tradisi ini berkaitan erat dengan falsafah hidup masyarakat Batak Toba, yakni Dalihan Na Tolu, yang menjadi dasar dalam mengatur hubungan sosial dan kekerabatan.

Falsafah ini menekankan tiga prinsip utama, yaitu Somba Marhula-hula yang berarti menghormati pihak keluarga istri, Elek Marboru yang bermakna mengayomi serta membimbing perempuan dengan penuh kasih, dan Manat Mardongan Tubu yang mengajarkan untuk saling menghargai sesama yang semarga.

Melalui nilai-nilai tersebut, pemberian ikan mas arsik tidak hanya sekadar tradisi, tetapi juga menjadi wujud nyata dari penghormatan, kasih sayang, serta keseimbangan hubungan dalam kehidupan sosial masyarakat Batak Toba.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Momen Nelayan Prigi Trenggalek Gelar Labuh Larung Sembonyo"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads