Sejarah Museum Al Washliyah di Sumatera Utara

Sejarah Museum Al Washliyah di Sumatera Utara

Siti Asyaroh - detikSumut
Selasa, 07 Apr 2026 00:07 WIB
Museum Al Washliyah
Foto: Museum Al Washliyah (Dok. Siti Asyaroh/detikSumut)
Medan -

Museum Al Washliyah menjadi salah satu tempat penting untuk melihat perjalanan sejarah pendidikan dan organisasi Islam di Sumatera Utara. Museum ini tidak bisa dipisahkan dari berdirinya Maktab Islamiyah Tapanuli (MIT), yang menjadi cikal bakal lahirnya Al Washliyah.

Silmi, salah satu alumni MIT yang kini ikut menjaga museum tersebut, menjelaskan bahwa sejarahnya dimulai dari tahun 1918.

"Maktab Islamiyah Tapanuli itu dulunya diresmikan pada 19 Mei 1918. Ini inisiatif Syekh H Moh Ya'qub, beliau ini seorang ulama," kata Silmi, Senin (6/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kata Silmi, Pada masa itu, MIT berdiri di atas tanah wakaf dari H. Datuk Mohammad Ali Kesawan. Dahulu, tempat ini jadi satu-satunya perguruan Islam yang berbentuk sekolah. Banyak pelajar datang, tidak hanya dari sekitar kota, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia hingga Malaya.

"Dulu ramai yang sekolah di sini. Banyak dikunjungi murid-murid nggak dari Indonesia aja, luar Indonesia juga. Dulu nyebutnya Malaya," tambahnya.

ADVERTISEMENT

Hal ini menunjukkan bahwa MIT punya pengaruh besar dalam perkembangan pendidikan Islam saat itu.

Seiring waktu, para pelajar MIT mulai aktif berdiskusi membahas persoalan keagamaan di masyarakat. Pada tahun 1928, mereka membentuk kelompok diskusi yang dinamakan sebagai debating club. Dari sinilah lahir gagasan untuk membentuk organisasi yang lebih besar.

Dua tahun kemudian, tepatnya pada 30 November 1930, organisasi Al Jam'iyatul Washliyah resmi berdiri di lingkungan MIT. Peresmian ini dihadiri oleh para guru, ulama, pelajar, dan masyarakat Muslim di Medan, dengan Ismail Banda sebagai pemimpin saat itu.

Perjalanan panjang bangunan bersejarah ini akhirnya mendapat pengakuan resmi dari pemerintah. Pada tahun 2021, Pemerintah Kota Medan menetapkannya sebagai cagar budaya melalui SK Wali Kota Medan.

Bangunan ini kemudian diresmikan menjadi Museum Al Washliyah pada 8 Maret 2024 oleh Ketua PW Al Washliyah Sumut dan Ketua PD Al Washliyah Kota Medan.

Silmi menambahkan museum ini terbuka untuk umum. Namun, bagi siapa pun yang ingin berkunjung harus menemui Silmi terlebih dahulu.

"Biasanya yang mau ke sini jumpai saya dulu, karena kuncinya ada di saya. Siapa pun boleh masuk ke sini," tutupnya.

Museum ini terletak di Jalan Mesjid No.110 F, Kesawan, atau di belakang Masjid Lama Gang Bengkok.

Artikel ini ditulis Siti Asyaroh, Peserta Program Maganghub Kemnaker di detikcom.




(afb/afb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads