Hari Raya Idul Fitri atau lebaran merupakan momen berkumpul bersama keluarga. Bagi detikers yang sedang merayakan lebaran di Medan, bisa mengunjungi wisata murah dan edukatif.
Berikut tim detikSumut sajikan beberapa rekomendasi tempat wisata cocok untuk keluarga yang mudah dijangkau dan edukatif.
1. Masjid Raya Al-Mashun
Masjid Raya Al-Mashun. (Juita Sinuhaji/detikSumut) |
Destinasi saat lebaran di Kota Medan yang pertama yakni Masjid Raya Al-Mashun. Salah satu masjid bersejarah di Kota Medan yang sudah berusia lebih dari 100 tahun, memiliki perpaduan gaya arsitektur Timur Tengah, Eropa dan Asia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bangunan masjid ini mempunyai keunikan seperti gaya arsitektur, bentuk bangunan, kubah dan menara. Selain itu, bangunan tersebut memiliki ornamen dan kaligrafri yang menarik. Setiap ornamennya mempunyai makna kehidupan keberagaman budaya.
Selain itu, Masjid Raya Al-Mashun memiliki segudang cerita sejarah yang bisa diulik. Masjid Raya Al-Mashun juga memiliki bentuk bangunan yang indah dan bagus untuk berswafoto.
Bagi detikers yang ingin liburan saat lebaran di Masjid Raya Al-Mashun bisa langsung datang ke Jalan Masjid Raya Al-Mashun, Kota Medan.
2. Istana Maimun
Istana Maimun yang disebut Menbud Fadli Zon layak jadi cagar budaya nasional. (Kartika Sari/detikSumut) |
Tidak jauh dari Mesjid Raya Al-Mashun. Detikers juga bisa mengunjungi destinasi wisata Istana Maimun, berlokasi di Jalan Brigjend Katamso No.66 Kota Medan.
Istana Maimun memiliki arsitektur yang sangat indah dengan dominasi warna kuning emas. Selain itu, detikers bisa melihat sejumlah peninggalan sejarah di dalam istana.
Istana Maimun termasuk sebagai bangunan bersejarah peninggalan Kesultanan Deli sudah ada sejak tahun 1888. Spesifiknya, istana ini mulai dibangun pada 26 Agustus 1888, lalu pengerjaannya rampung 3 tahun setelahnya dan diresmikan pada 18 Mei 1891.
Bukan hanya perancangnya saja yang lintas negara, corak beserta arsitektur Istana Maimun juga memadukan berbagai kebudayaan. Setidaknya, terdapat unsur Melayu, Timur Tengah, dan bahkan Eropa yang melekat pada cagar budaya ini.
Nah, bagi detikers yang ingin memasuki Istana Maimun tidak perlu risau, tiket masuk ke dalam hanya murah di kantong. Tiket masuk dewasa Rp 10.000 dan anak-anak Rp 5.000.
3. Lapangan Merdeka
Lapangan Merdeka Medan. (Juita Sinuhaji/detikSumut) |
Rekomendasi ketiga yang bisa detikers kunjungi saat lebaran yakni Lapangan Merdeka Medan. Tempat ini merupakan kawasan terbuka hijau sering dipadati masyarakat melakukan berbagai aktivitas dari berbagai kalangan.
Lapangan merdeka bukan sekedar ruang terbuka, tapi kebanggaan orang Medan. Detikers dapat menikmati bersantai bersama keluarga di tengah Kota serta dapat melakukan jogging mengelilingi area lapangan, berjalan santai, senam ringan, hingga bersepeda.
Selain itu, detikers juga akan melihaat sejumlah komunitas olahraga juga tampak memanfaatkan kawasan tersebut untuk latihan rutin. Bahkan tempat ini cocok untuk anak-anak karena tersedia arena wahana.
Untuk tiket masuk tidak ada ya detikers, hanya saja membayar uang parkir sebesar Rp 2.000 rupiah untuk sepeda motor.
4. Graha Maria Anai Velangkanni
Graha Maria Annai Velangkanni. (Juita Sinuhaji/detikSumut) |
Rekomendasi keempat yakni Graha Maria Annai Velangkanni yang dapat dikunjungi detikers. Tempat ini dikenal sebagai gereja Katolik yang sekaligus menjadi destinasi wisata religi di Kota Medan.
Keunikan arsitektur bergaya India menjadikan bangunan ini menarik perhatian pengunjung, baik wisatawan domestik maupun mancanegara.
Kompleks gereja yang berdiri di atas lahan sekitar 6.000 meter persegi ini dilengkapi kapel doa harian, taman rohani, serta ruang pertemuan komunitas yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat umum.
Graha Maria Annai Velangkanni terletak di Jalan Sakura III No. 7-10, Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan. Tempat ini dipersembahkan kepada Bunda Maria dengan gelar Our Lady of Good Health atau Bunda Penyembuh dibuka setiap hari dari jam 08.00-18.00 WIB.
Untuk tiket masuk tidak ada detikers, namun, jika detikers ingin menyumbangkan sejumlah uang membantu pemeliharaan atau sukarela dapat dimasukkan ke dalam kotak yang berada dekat pintu keluar.
5. Tjong A Fie
Tjong A Fie Mansion. (Siti Asyaroh/detikSumut) |
Tjong A Fie merupakan rumah warisan bergaya China, Melayu dan Eropa yang kini dijadikan museum dan dapat dikunjungi oleh wisatawan. Museum ini menarik perhatian karena mengisahkan salah satu sosok paling berpengaruh di Kota Medan, Tjong A Fie.
Rumah Tjong A Fie dibangun pada tahun 1985 dan selesai pada tahun 1900. Rumah ini merupakan kado pernikahan Tjong A Fie kepada istri ketiganya yang berdarah Melayu-China, Lim Koei-Yap.
Atas inisiatif cucu Tjong A Fie, Fon Prawira, rumah ini dijadikan sebagai museum pada tahun 2009 dengan alasan agar tidak terbengkalai seperti rumah Tjong A Fie yang berada di China.
Pada tahun 2010, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) meresmikan Rumah Tjong A Fie sebagai cagar budaya. Keseluruhan bangunan 70-80 persen masih asli. Barang-barang dan koleksi yang terdapat di Museum ini juga merupakan peninggalan langsung dari Tjong A Fie serta cucu dan cicitnya.
Tjong A Fie sendiri adalah tokoh masyarakat Chinese di Kota Medan. Pengaruhnya sangat besar bagi Kota Medan, khususnya di bidang perkebunan.
Tjong A Fie dikenal sebagai saudagar kaya yang dermawan. Jasa-jasanya dapat dilihat dari kontribusi besarnya dalam membangun Kota Medan. Beberapa di antaranya yaitu menyumbangkan 4 jam di Grand Aston (Balai Kota Medan), membangun Kelenteng Kwan Te Kong, masjid Gang Bengkok dan juga Jembatan Kebajikan Medan.
Biaya masuk ke museum ini sebesar Rp 35.000/orang. Detikers dapat membeli tiket masuk secara langsung atau dari aplikasi.
6. Medan Zoo
Medan Zoo (Juita Sinuhaji/detikSumut) |
Rekomendasi ke enam yakni Medan Zoo atau yang dikenal juga dengan Kebun Binatang Simalingkar yang dikelola langsung oleh Pemerintah Kota Medan.
Medan Zoo dibangun di lahan sebesar 30 hektare, Medan Zoo menyimpan dan merawat beragam hewan seperti Harimau Sumatera, Harimau Benggala, gajah, burung merak, burung kakaktua dan merak.
Medan Zoo berlokasi di Jalan Bunga Rampia IV, No.100, Kelurahan Simalingkar B, Kabupaten Deli Serdang. Untuk tiket masuk, detikers hanya membayar Rp 15.000/orang di hari Senin - Jumat dan Rp 20.000/orang di Sabtu dan Minggu.
Untuk jam buka hari Senin - Jumat mulai 09.00 - 16.30 WIB dan Sabtu - Minggu mulai 08.30 - 17.30 WIB.
7. Penangkaran Buaya Asam Kumbang
Pengunjung saat berfoto di Taman Buaya Asam Kumbang Medan. (Kartika Sari/detikSumut) |
Rekomedasi Penangkaran Buaya Asam Kumbang dikenal sebagai salah satu objek wisata tertua sekaligus simbol konservasi satwa di Kota Medan.
Tempat ini bukan hanya populer sebagai taman buaya terbesar di Indonesia, tetapi juga memiliki rekam jejak sejarah yang telah berlangsung lebih dari 60 tahun.
Berlokasi di Jalan Bunga Raya II, Kelurahan Asam Kumbang, Kecamatan Medan Selayang, penangkaran ini didirikan pada 1959 oleh pecinta satwa Lo Than Muk atau yang akrab disapa Lo Kie Yoe.
Untuk tiket masuk sebesar Rp 10.000-20.000/orang. Tempat ini dibuka setiap hari, mulai dari jam 09.00-18.00 WIB.
Nah, itu tadi 7 rekomendasi destinasi wisata edukatif dan murah yang dapat dikunjungi ketika berada di Kota Medan. Selamat merayakan Idul Fitri dan menikmati libur lebaran di Kota Medan detikers!
(nkm/nkm)


















































