Tradisi Songgot-songgot, Bahasa Kasih Orang Batak

Tradisi Songgot-songgot, Bahasa Kasih Orang Batak

Siti Asyaroh - detikSumut
Kamis, 12 Feb 2026 11:11 WIB
Ilustrasi Songgot-songgot. (Gemini AI)
Foto: Ilustrasi Songgot-songgot. (Gemini AI)
Medan -

Dalam budaya Batak, ada tradisi sederhana yang disebut dengan songgot-songgot. Sebuah kebiasaan yang tumbuh dalam kehidupan sehari-hari sebagai wujud perhatian dan kasih sayang kepada orang terdekat.

Tradisi ini dilakukan untuk memberi kejutan yang bermakna, terutama kepada seseorang yang sedang menghadapi masalah atau beban pikiran.

Budayawan Batak, Robert Sibarani menjelaskan bahwa songgot-songgot berasal dari kata "songgot" yang berarti terkejut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tradisi songgot-songgot adalah kebiasaan yang sering dilakukan orang Batak untuk membuat seseorang terkejut atas satu peristiwa yang dibuat orang lain," ujarnya, Rabu (11/2/2026).

Menurut Robert, kejutan dalam songgot-songgot bukan sekadar membuat kaget, tetapi memiliki tujuan emosional. Tradisi ini dilakukan agar seseorang mendapatkan kesenangan dan mampu melupakan persoalan yang sedang dihadapi, sehingga kondisi batinnya menjadi lebih baik dari sebelumnya.

ADVERTISEMENT

Secara historis, songgot-songgot telah dikenal sejak masa nenek moyang orang Batak. Ketika melihat anggota keluarga mengalami masalah, orang-orang terdekat akan melakukan sesuatu yang tidak disangka-sangka sebagai bentuk dukungan dan perhatian.

Makna filosofis tradisi ini terletak pada upaya mencari solusi melalui kearifan lokal.

"Makna filosofisnya adalah untuk mendapatkan satu solusi terhadap permasalahan yang dialami oleh seseorang, agar ia bisa melupakan masalahnya," kata Robert.

Bentuk songgot-songgot umumnya berupa pemberian makanan yang disukai, seperti ikan mas atau daging ayam. Pemberian ini dilakukan tanpa sepengetahuan penerima sehingga menimbulkan rasa terkejut sekaligus senang.

Tradisi songgot-songgot mengandung nilai kasih sayang, kepedulian, dan empati yang kuat. Praktiknya biasanya dilakukan oleh orang tua kepada anak, anak kepada orang tua, maupun antar saudara.

"Nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi songgot-songgot itu adalah kasih sayang, kepedulian, dan empati terhadap seseorang," lanjutnya.

Hingga kini, songgot-songgot masih hidup dalam keseharian masyarakat Batak, tidak selalu terkait adat formal, tetapi hadir sebagai cara sederhana untuk menunjukkan perhatian dan mempererat ikatan kekeluargaan.

Artikel ini ditulis Siti Asyaroh, Peserta Program Maganghub Kemnaker di detikcom




(nkm/nkm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads