Kenapa Imlek Selalu Berwarna Merah? Simak Filosofinya di Sini

Kenapa Imlek Selalu Berwarna Merah? Simak Filosofinya di Sini

Dwi Puspa Handayani Berutu - detikSumut
Senin, 09 Feb 2026 23:20 WIB
Kenapa Imlek Selalu Berwarna Merah? Simak Filosofinya di Sini
Foto: johnniedavid12412/Freepik
Medan -

Pernahkah kamu memperhatikan bahwa setiap kali Tahun Baru Imlek tiba, suasana tiba-tiba berubah menjadi serba merah? Mulai dari lampion di jalanan, dekorasi mal, hingga pakaian yang dikenakan keluarga Tionghoa, semuanya dipenuhi dengan warna-warna cerah. Sebenarnya, penggunaan warna merah dan kuning keemasan bukan hanya tentang terlihat bagus atau membuat segalanya tampak meriah. Ada filosofi mendalam dan legenda menarik di baliknya!

Dilansir dari jurnal berjudul Mitos Tradisi Perayaan Tahun Baru Imlek oleh Jepriyanti Br Tambunan, dkk, Bagi masyarakat Tionghoa, Tahun Baru Imlek adalah waktu sakral untuk menghormati leluhur dan berkumpul bersama keluarga besar. Untuk perayaan Tahun Baru tahun ini, warna merah dipilih karena melambangkan kebahagiaan, kegembiraan, dan keberuntungan. Aksen kuning keemasan yang sering menyertainya merupakan simbol kemegahan dan kekayaan. Dengan menggunakan kedua warna ini, ada harapan besar bahwa tahun baru akan membawa manfaat yang lebih baik dan kehidupan yang lebih cerah.

Legenda Nian, Alasan Si Raksasa Takut Merah

Kamu tahu tidak, warna merah dulu dipakai untuk mengusir monster? Menurut cerita kuno, dulu pernah ada seekor raksasa yang sangat menakutkan bernama Nian yang biasanya muncul di akhir musim dingin. Nian akan turun dari gunung untuk memanen hasil, merawat ternak, bahkan tinggal di desa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pertama-tama, warga hanya bisa menerima dan mempersiapkan makanan di depan pintu agar Nian merasa kenyang dan tidak menyerang manusia. Namun, sebuah kejadian tak terduga mengubah segalanya. Warga melihat Nian berlarian ketakutan setelah bertemu dengan seorang anak kecil yang mengenakan pakaian berwarna merah!

ADVERTISEMENT

Sejak hari itu, masyarakat mulai menyadari bahwa kelemahan Nian adalah warna merah dan suara yang bising. Itulah sebabnya, setiap kali tahun baru tiba, masyarakat mulai memasang lentera merah, menempelkan kertas merah di pintu, serta menyalakan kembang api atau petasan. Istilah menyambut tahun baru, GuΓ² NiΓ‘n, secara harfiah berarti "Mengusir Nian".

Karena Imlek adalah waktu untuk memulai tahun baru dengan semangat positif, maka pemilihan warna baju juga menjadi hal yang diperhatikan. Lebih baik menghindari warna putih atau hitam saat merayakan hari raya. Dalam budaya Tionghoa, kedua warna itu melambangkan suasana sedih atau perasaan sedih cita.

Tentu saja kita tidak ingin menciptakan suasana muram di hari kemenangan yang penuh semangat, bukan? Jadi, sudah siap tampil penuh warna merah untuk merayakan keberuntungan di tahun ini? Selain membuat penampilan kamu terlihat lebih segar, kamu juga turut melestarikan makna mendalam yang terkandung dalam tradisi indah ini!

Artikel ini ditulis oleh peserta magang Kemnaker, Dwi Puspa Handayani Berutu di detikcom




(afb/afb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads