Mengenal 14 Tahap Prosesi Pernikahan Adat Batak, Penuh Filosofi

Dwi Puspa Handayani Berutu - detikSumut
Jumat, 06 Feb 2026 23:00 WIB
Ilustrasi pernikahan di adat Batak (Foto: Istimewa)
Medan -

Pernahkah membayangkan betapa sakral dan megahnya sebuah pernikahan adat Batak Toba?. Bagi masyarakat Batak, pernikahan bukan hanya urusan antara dua orang, tetapi juga proses penyatuan dua keluarga besar yang melibatkan banyak tahapan adat yang memiliki makna yang sangat dalam.

Sistem perkawinan ini merupakan warisan leluhur yang dijaga dengan ketat untuk menghormati silsilah dan keturunan. Mulai dari persiapan awal hingga membangun rumah tangga mandiri, setiap langkah memiliki filosofi tersendiri.

Dikutip dari Jurnal Media Komunikasi oleh, Ika Pramita Rusadi Dawolo, I MadeYudana, I Putu Windu Mertha Sujana, tahun 2023, ada 14 tahapan dalam prosesi perkawinan adat Batak Toba agar kita semakin menghargai kekayaan budaya Nusantara yang luar biasa ini!

Menurut adat yang turun temurun dipegang, ada 14 langkah utama yang harus dilakukan oleh calon mempelai dalam proses pernikahan adat Batak Toba. Setiap tahapannya memiliki makna filosofis yang mendalam:

Tahapan dalam Perkawinan Ada Batak

1. Mangaririt (Mencari Pasangan)

Tahap persiapan di mana keluarga membantu mencarikan calon istri yang sesuai kriteria, terutama jika sang pria sedang berada di perantauan.

2. Mangalehon Tanda (Pemberian Tanda)

Proses pertukaran hadiah sebagai simbol awal dari ikatan. Pria memberi uang, sedangkan wanita memberikan kain sarung. Dengan ini mereka telah terikat satu sama lain.

3. Marhusip atau Melamar

Tahap ini merupakan acara lamaran resmi yang bersifat lebih privat. Prosesi Marhusip biasanya hanya dihadiri oleh keluarga inti serta utusan dari dongan tubu, boru, dan dongan sahuta. Dalam momen ini, pihak laki-laki akan berkunjung ke rumah pihak perempuan dengan membawa buah tangan sederhana berupa kue dan buah-buahan sebagai simbol penghormatan dan pembuka niat baik.

4. Marhata Sinamot (Negosiasi Mahar)

Ini adalah momen penting untuk membicarakan jumlah sinamot, jenis hewan yang akan disembelih, jumlah undangan, serta cara pelaksanaan upacara pernikahan.

5. Pundun Saut (Kesepakatan Akhir)

Pihak pria membawa ternak untuk makan bersama sebagai tanda kesepakatan. Di akhir acara, kedua keluarga menyepakati tanggal pertunangan (martumpol) dan pemberkatan.

6. Martumpol (Pertunangan)

Bagi orang Batak, ini adalah momen di mana pasangan berjanji setia di hadapan para pengurus jemaat gereja sebelum melangkah ke tahap pernikahan yang sakral. Perayaan hari-H yang melibatkan persiapan teknis dengan para warga sekitar dan anggota keluarga besar. Di sini akan dibahas siapa yang bertugas memberi dan menerima ulos agar acara dapat berjalan lancar.

7. Martonggo Raja

Pada tahap ini, kedua belah pihak keluarga calon pengantin akan membahas prosesi adat pada hari H secara lebih rinci. Fokus utamanya adalah mengatur keterlibatan masing-masing anggota keluarga besar dan masyarakat sekitar (dongan sahuta).

Hal-hal yang dibahas meliputi pembagian tugas teknis, seperti siapa yang bertanggung jawab untuk memberi dan menerima ulos, serta mematangkan kembali hal-hal yang telah disepakati dalam acara marhusip sebelumnya.

8. Manjalo Pasu-pasu Parbagason (Pemberkatan Pernikahan)

Puncak sakral secara agama di mana kedua pengantin menerima pemberkatan nikah di gereja oleh pendeta. Setelah prosesi ini selesai, kedua mempelai dinyatakan sah sebagai suami istri menurut ketentuan gereja.



Simak Video " Video: Menbud Rencanakan Pemberian Logo pada Cagar Budaya "


(astj/astj)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork