Suku Karo memiliki banyak sekali tari tradisional yang memiliki makna filosofis yang beda-beda, salah satunya adalah Tari Piso Surit. Tari tradisional ini sekedar gerakan yang diiringi musik, banyak makna filosofi di baliknya.
Apa itu Tari Piso Surit?
Tari Piso Surit adalah salah satu tari tradisonal yang berasal dari Suku Karo. Berbeda dengan namanya yaitu 'piso' yang berarti pisau, tari tradisional ini justru tidak menggunakan pisau sama sekali dalam setiap gerakannya.
Tari Piso Surit diiringi oleh alunan musik yang melantunkan lagu "Piso Surit" ciptaan Djaga Depari. Lagu ini terinspirasi dari kicauan burung 'Pincala' yang terdengar seperti menyebutkan kata "piso surit".
Makna Filosofis Tari Piso Surit
Tari Piso Surit memiliki makna tentang penantian yang tidak pasti. Lagu yang menjadi musik pengiring bercerita tentang seorang gadis yang menanti kekasihnya pulang dari medan perang pada masa kolonial Belanda.
Djaga Depari selaku pencipta lagu Piso Surit terinspirasi dari kicauan burung Pincala di sore hari yang terdengar menyedihkan seolah memanggil-manggil. Karena mengandung makna penantian yang tak pasti, maka gerakan Tari Piso Surit memiliki gerakan perlahan yang menggambarkan kesedihan.
Meskipun memiliki makna yang menyedihkan, Tari Piso Surit biasanya dipentaskan di acara festival kebudayaan Suku Karo dan juga penyambutan tamu penting.