Bagi masyarakat Batak Toba, identitas bukan sekadar marga yang tersemat di belakang nama. Di balik karakter yang tegas dan suara yang lantang, tersimpan sebuah sistem nilai yang sangat halus, sistematis, dan sakral.
Inilah yang dikenal sebagai Dalihan Na Tolu. Mengutip dari jurnal Mengenal Budaya Batak Toba Melalui Falsafah "Dalihan Na Tolu" (Perspektif Kohesi dan Kerukunan) Adison Adrian Sihombing, falsafah ini bukan sekadar tradisi kuno yang usang dimakan zaman, melainkan pondasi kerukunan dan kompas sosial yang menjaga harmoni masyarakat batak hingga saat ini.
Apa Itu Dalihan Na Tolu?
Secara harfiah, dalihan berarti tungku atau batu penyangga untuk memasak, sedangkan "na tolu" berarti tiga. Bayangkan sebuah kuali besar di dapur tradisional Batak, kuali itu bisa berdiri stabil hanya jika diletakkan di atas tiga batu tungku yang seimbang. Jika salah satu batu hilang atau tidak rata, maka bahan makanan di dalamnya pasti tumpah. Filosofi sederhana ini menggambarkan tiga pilar utama dalam hubungan antar sesama Batak, yaitu tata krama, hak, dan kewajiban yang mengatur perilaku setiap orang secara jelas dan tepat.
3 Pilar Utama Dalihan Na Tolu
1. Somba Marhula-hula
Pilar pertama adalah somba marhula-hula, yang merupakan prinsip untuk menghormati keluarga dari pihak istri. Dalam adat Batak, kelompok hula-hula memiliki posisi yang sangat dihormati, bahkan sering disebut sebagai mata ni ari ni binoto atau matahari yang menerangi. Menunjukkan sikap sopan dan hormat kepada keluarga istri bukan hanya formalitas, tetapi merupakan keharusan yang diyakini mampu membawa keberkahan serta menjaga hubungan harmonis antar keluarga besar.
2. Elek Marboru
Pilar kedua adalah elek marboru, sebuah prinsip untuk melindungi dan memujuk pihak perempuan atau keluarga yang menerima istri. Dalam interaksi ini, pihak laki-laki diharapkan bersikap lembut dan penuh kasih. Kata elek berarti membujuk dengan hati, bukan memerintah dengan keras. Prinsip ini membantu menciptakan rasa aman dan perlindungan bagi perempuan dalam kekerabatan Batak, sehingga tercipta keseimbangan emosional dalam hubungan keluarga.
Simak Video "Video: Timnya CR7 Dihajar 4-0 oleh AL Ain di AFC Champions League"
(astj/astj)