Bengkulu

Di Desa Tapak Gedung, Hantu Berkeliaran Meminta Kue Lebaran

Hery Supandi - detikSumut
Rabu, 04 Mei 2022 05:00 WIB
warga berbusana seperti hantu saat menjalankan tradisi sekujang di Bengkulu.
Warga berbusana seperti hantu saat menjalankan tradisi sekujang di Bengkulu. Foto: Istimewa
Bengkulu -

Hari kedua dan ketiga lebaran, hantu-hantu berkeliaran dan meminta kue di desa Tapak Gedung kecamatan Tebat Karai Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu.

Hantu - hantu akan mendatangi rumah-rumah warga. Mengetuk pintu dan menyapa warga penghuni rumah. Sambil berpantun atau berjoget, hantu tersebut akan terus menunggu sampai penghuni rumah memberikan hidangan lebaran yang ada.

Kemudian, penghuni rumah akan menyapa, meminta doa atau obat dari hantu tersebut sebelum memberikan kue. Namun ini bukan hantu benaran. Hanya sekumpulan warga yang berbusana seperti makhluk halus. Ini merupakan tradisi desa Tapak Gedung yang bernama sekujang atau meminta.


Salah seorang tokoh desa Tapak Gedung bernama Ahmad mengatakan tradisi sekujang merupakan tradisi istimewa. Karena sebelum ritual tradisi sekujang di laksanakan, sesepuh desa memberi doa keselamatan bagi pelaku ritual.

Setelah itu dilanjutkan kepala desa memberi arahan agar peserta tradisi sekujang tidak mengganggu anak anak dan merusak tanaman di halaman rumah warga.

"Semua pelaku ritual tradisi sekujang pria dewasa dan anak anak. Memakai topeng terbuat dari karton yang dihias menyerupai hantu. Ada juga yang berdandan persis seperti hantu pocong," katanya.

Tidak diketahui pasti sejak kapan tradisi sekujang ini dimulai. Namun diyakini tradisi tersebut adalah tradisi lama yang dilaksanakan turun temurun. Menurut cerita yang pernah didengar Ahmad, tradisi ini lahir karena desa mereka adalah pemukiman tertinggal. Jauh dari peradaban perkotaan serta sangat sulit mendapat informasi terkait lebaran.

Karena itu warga berangkat ke desa terdekat namun harus dijangkau berhari - hari. Mereka tiba di desa tetangga dengan wajah yang kelelahan dan pakaian yang kotor. Namun saat tiba, mereka mendapat informasi bahwa lebaran telah berlangsung dua hari. Untuk merasakan perayaan lebaran yang telah lewat dua hari tersebut, mereka meminta lemang tapai.

Prety warga desa Tapak Gedung menuturkan hal yang sama. Prety menambahkan bahwa dalam tradisi sekujang kue lebaran yang didapat dibawa ke masjid untuk di bagikan dengan cara bertahlil dan berdoa. Selanjutnya warga akan merayakan lebaran bersama - sama sambil bermaaf-maafan.

Tradisi sekujang merupakan tradisi yang wajib di laksanakan. Dulu tradisi tersebut pernah tidak dilaksanakan bahkan hingga 4 tahun. Dari keyakinan warga, akibat tidak dilaksanakan, desa jadi tidak nyaman, bahkan hasil pertanian tidak pernah bagus.



Simak Video "Menu Sambal Setan Ini Harganya Mulai Rp 1.000, Mau?"
[Gambas:Video 20detik]
(bpa/bpa)