RI Daftarkan Reog hingga Tempe ke UNESCO, Ini yang Perlu Dipahami Masyarakat

Tim detikSumut - detikSumut
Selasa, 12 Apr 2022 09:41 WIB
Proses produksi tempe di Bendungan, Wates, Kulon Progo, Senin (21/2/2022).
Proses produksi tempe (Foto: Jalu Rahman Dewantara)
Medan -

Pemerintah resmi mendaftarkan empat elemen budaya Indonesia sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) UNESCO pada 25 Maret lalu. Empat elemen budaya yang didaftarkan itu yakni tenun Indonesia, Reog, jamu dan tempe.

"Pengajuan nominasi ini telah melewati kajian dan tahapan yang panjang sampai akhirnya diajukan secara resmi pada 25 Maret 2022," Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek, Hilmar Farid melalui keterangan tertulisnya, Selasa (12/4/2022).

Dia menegaskan, pemerintah terus mengupayakan agar elemen budaya Indonesia tidak hanya mendapatkan status di tingkat Internasional, namun yang terpenting adalah agar masyarakat Indonesia turut memberikan perhatian dan ikut melestarikan.


Terkait pemberitaan bahwa Malaysia turut mengajukan Reog sebagai WBTb, Hilmar memberikan mengungkapkan, sampai saat ini tidak ada informasi resmi diterima bahwa ada negara lain yang turut mengajukan Reog.

"Selain itu, publik perlu memahami bahwa Konvensi WBTb UNESCO bertujuan untuk melestarikan WBTb sesuai dengan kesepakatan internasional. Bukan untuk klaim kepemilikan budaya oleh negara yang mengajukan," tekannya.

Dia mengatakan, dengan keterbatasan sumber daya di UNESCO sendiri, tidak ada jaminan bagi setiap negara bahwa elemen budaya yang dinominasikan akan berhasil menyandang status WBTb UNESCO.

Rata-rata suatu negara hanya bisa mengusulkan satu nominasi per dua tahun untuk menginskripsikan elemen budayanya sebagai WBTb UNESCO.

"Sejak tahun 2016, Komite WBTb UNESCO mengatur batasan jumlah elemen budaya yang dapat diinskripsi sebagai WBTb UNESCO, yaitu 50 elemen budaya saja per tahun dari 193 Negara Anggota UNESCO," jelasnya.

Sampai saat ini terdapat 12 WBTb Indonesia yang telah berhasil mendapatkan status WBTb Dunia dari UNESCO.

Dua belas WBTb itu adalah Wayang (2008), Keris (2008), Batik (2009), Pendidikan dan pelatihan batik (2009), Angklung (2010), Saman (2011), Noken (2012), Tiga genre tari Bali (2015), Seni Pembuatan Kapal Pinisi (2017), Tradisi Pencak Silat (2019), Pantun (2019) dan Gamelan (2021).



Simak Video "Upaya Sandiaga Uno Perjuangkan Reog Ponorogo yang Diklaim Malaysia"
[Gambas:Video 20detik]
(dpw/dpw)