Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Aceh mencatat nilai devisa ekspor kopi dari Serambi Mekkah menunjukkan tren penurunan dalam dua tahun terakhir. Penyusutan volume ekspor disebabkan sejumlah faktor.
Berdasarkan data kepabeanan periode Januari hingga April 2026, akumulasi nilai devisa ekspor tercatat mencapai Rp 440,99 miliar. Angka itu mengalami penurunan dibanding periode yang sama pada tahun 2025 sebesar Rp 619,21 miliar dan tahun 2024 Rp 925,67 miliar.
Sementara untuk total devisa ekspor komoditas kopi dalam satu tahun penuh, pada tahun 2024 tercatat menembus Rp 2,45 triliun, sedangkan di tahun 2025 tercatat mengalami penurunan signifikan yaitu total Rp1,21 triliun.
"Dari hasil analisa terhadap data kepabeanan tahun 2024 dan 2025, penyusutan volume ini turut dipengaruhi oleh dinamika pelaku usaha. Terdapat beberapa perusahaan yang berkontribusi besar dalam ekspor kopi pada tahun 2024, namun tidak lagi tercatat melakukan kegiatan eksportasi pada tahun 2025," kata Kepala Kantor Wilayah DJBC Aceh M Rizki Baidillah dalam keterangannya, Senin (8/6/2026).
Menurutnya, mayoritas perusahaan yang masih konsisten melakukan ekspor juga rata-rata mengalami penurunan volume pengiriman. Selain dinamika pelaku usaha, 99% kegiatan eksportasi kopi asal Aceh dikirimkan melalui pelabuhan muat di luar wilayah Tanah Rencong.
"Menilik fenomena penyusutan volume di tengah tren harga pasar yang menguntungkan ini, sajian data kepabeanan diharapkan dapat menjadi referensi objektif bagi seluruh pemangku kepentingan. Informasi ini dapat menjadi bahan evaluasi dan kroscek bersama secara lintas sektoral guna memotret dinamika riil rantai pasok komoditas di lapangan sehingga langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi ekspor kopi Aceh ke depannya dapat dirumuskan secara sinergis," jelas Rizki.
"Melalui penyajian data ini, kami ingin memberikan gambaran utuh mengenai peta kekuatan komoditas daerah. Data kinerja ekspor kopi ini memberikan informasi faktual di lapangan, di mana secara agregat terjadi penyusutan volume pengiriman barang (netto), meskipun di saat yang bersamaan harga rata-rata kopi di pasar global justru sedang mengalami tren kenaikan," lanjut Rizki.
Simak Video "Menghabiskan Waktu di Bibir Pantai Pulau Weh dan Melakukan Snorkeling "
(agse/mjy)