Mantap! Mahasiswa di Asahan Olah Gedebog Pisang Jadi Kripik Enak

Perdana Ramadhan - detikSumut
Minggu, 18 Sep 2022 09:00 WIB
Hasil olahan mahasiswa di Asahan membuat kripik dari gedebog pisang. (Perdana Ramadan/detikSumut)
Hasil olahan mahasiswa di Asahan membuat kripik dari gedebog pisang. (Perdana Ramadan/detikSumut)
Asahan -

Pohon pisang biasanya hanya tumbuh dan berbuah satu kali sepanjang hidupnya. Selain buah dan daunnya bisa dimanfaatkan, bagian batang (gedebog) biasanya menjadi limbah dan terbuang secara percuma.

Namun tidak bagi kelompok mahasiswa di Fakultas Ekonomi Universitas Asahan (UNA) yang berhasil mengolah limbah gedebog pisang menjadi kripik gurih dan enak. Mereka yang berhasil memanfaatkan limbah pisang itu adalah Arinda, Sri Wahyuni, Anggraini, Hairuddin, Diki, Zikri dan Aqsal. Ide itu muncul saat ketujuh mahasiswa itu praktek magang industri pada mata kuliah kewirausahaan.

"Awalnya kami ingin mengangkat tema kearifan lokal praktek wirausaha industri apa yang akan kami angkat hingga terpikirkan untuk membuat gedebog pisang yang selama ini hanya dimanfaatkan untuk pakan ternak," kata Arinda ketua kelompok, Sabtu (17/9/2022).


Biasanya gedebog pisang yang dipakai adalah batang pisang kepok, yang diambil adalah bagian dalam batang / pelepah. Setelah itu, dipotong kecil-kecil dan direndam ke dalam air campuran air sirih dan garam. Rendaman ini berfungsi untuk memisahkan rasa sepat dari kandungan getah pisang.

"Setelah itu ditiriskan dan gedebog pisang yang sudah dipotong-potong kecil itu dicuci hingga sisa air kapur benar-benar hilang," ujarnya.

Usai proses pencucian selesai kemudian dicampurkan dengan bumbu perasa kurang lebih satu jam agar meresap lalu dibalur dengan tepung hingga akhirnya siap digoreng. Proses penggorengan ini juga harus memperhatikan besaran api, sebab akan menentukan hasil kripik yang renyah namun tidak berminyak.

"Proses pembuatannya kami sempat mengalami kegagalan mulai dari tidak rapuh, berminyak hingga percobaan ke empat dan setelah dicoba orang-orang bilang enak baru kami berani memproduksinya," ujarnya.

Kripik Gedebog Pisang Dijual Rp 5 ribu. Baca Halaman Selanjutnya...



Simak Video "Sudah 24 Jam, 200 Nakes Duduki DPRD Asahan Demi Pengesahan Insentif"
[Gambas:Video 20detik]