Pabrik Masih Beli Murah TBS Petani, Apkasindo Segera Bentuk Tim Pengawas

Kartika Sari - detikSumut
Kamis, 11 Agu 2022 15:36 WIB
PT Sawit Sumbermas Sarana (SSMS) memiliki pabrik pengolahan sawit di desa Sulung Kecamatan Arut Selatan, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.
Ilustrasi. (Foto: Reno Hastukrisnapati Widarto)
Medan -

Pemerintah telah menetapkan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Sumatera Utara (Sumut) di atas Rp 2.000 per kg. Namun Asosiasi Petani Sawit Indonesia (Apkasindo) Sumut melihat masih banyak pabrik kelapa sawit (PKS) yang membeli PKS petani dengan harga rendah.

Ketua Apkasindo Sumut Gus Dalhari Harahap mengungkapkan bahwa walaupun saat ini tangki CPO sudah mulai kosong dan harga TBS mulai naik, namun banyak pabrik yang masih membatasi buah dari petani swadaya.

"Sudah mulai lancar tapi ada beberapa pabrik yang belum maksimal untuk menerima (TBS petani), masih ada yang membatasi buah. Makanya kita mau buat tim pengawas dari Apkasindo dan ingin bekerja sama dengan Pak Gubernur dan melibatkan aparat penegak hukum," ungkap Gus kepada detikSumut, Kamis (11/8/2022).


Dikatakan Gus, rencana pembentukan tim pengawas ini untuk memantau siklus pembelian sawit mentah petani oleh pabrik.

"Kita ingin mereka mengikuti harga ketetapan. Selain itu kita juga ingin lihat bagaimana cara mereka untuk menerima buah petani, jangan ada potongan. Kalau ada sortir, buah yang tidak bagus boleh. Tapi kalau potongan wajib ini harus hilang," tuturnya.

Diakui Gus, bahwa selama ini banyak petani yang pasrah dengan adanya 'pengutipan wajib' yang tidak ada dalam regulasi namun diberlakukan oleh pihak pabrik.

"Potongan wajib ini yang diterapkan pabrik namun regulasinya tidak ada, saat masuk truk itu sudah ada potongan wajibnya walaupun belum disortir. Itukan cukup besar potongannya. TBS yang masuk kan disortir dan lain lagi potongannya, jadi seperti uang preman gitu kan dan semua pabrik begitu dengan beli murah sawit petani ," tuturnya.

"Namun petani kan tidak bisa lagi jual di tempat lain, kecuali di pabrik," lanjutnya.

Selain potongan wajib, tim pengawas ini akan melakukan pemantauan kepada pabrik seperti pengaturan timbangan dan regulasi penyortiran TBS kelapa sawit.

"Kita akan melihat timbangan mereka sudah dikalibrasi atau belum. Harusnya kan setahun sekali harus dikalibrasi dan inikan belum dilakukan," ucapnya.

Sementara itu, Gus juga menyebutkan bahwa saat ini harga TBS mulai berangsur naik walaupun belum mencapai angka Rp 2.000 per kg. Sementara pemerintah sendiri sudah menetapkan harga TBS sawit di Sumut periode 10-16 Agustus 2022 sebesar Rp 2.366 per kg.

Berikut rincian harga TBS sawit dari tingkat petani di Sumut:

  1. Kabupaten Langkat: Rp 1.810
  2. Kabupaten Deli Serdang: Rp 1.750
  3. Kabupaten Serdang Bedagai: Rp 1.700
  4. Kabupaten Simalungun: Rp 1.650
  5. Kabupaten Batu bara: Rp 1.510
  6. Kabupaten Asahan: Rp 1.550
  7. Kabupaten Labura: Rp 1.570
  8. Kabupaten Labuhan Batu: Rp 1.620
  9. Kabupaten Labusel: Rp 1.600
  10. Kabupaten Paluta: Rp 1.760
  11. Kabupaten Palas: Rp 1.870
  12. Kabupaten Tapsel: Rp 1.530
  13. Kabupaten Tapteng: Rp 1.560
  14. Kabupaten Madina: Rp 1.630
  15. Kabupaten Pakpak Bharat: Rp 1.510
(dpw/dpw)