Garap Mobil Listrik, LG Siap Pindahkan Pabrik dari China

Tim detikNews - detikSumut
Minggu, 31 Jul 2022 10:36 WIB
Menteri Investasi Bahlil Lahadalia (foto: istimewa)
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. Foto: Istimewa
Medan -

Perusahaan LG akan merealisasikan investasi industri baterai listrik terintegrasi di Indonesia dengan rencana investasi grand package mencapai US$ 9,8 miliar atau Rp 147 triliun (kurs Rp 14.000).

Rencana ini disambut baik oleh pemerintah Indonesia. Hal itu diungkapkan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia dalam pernyataan tertulisnya, Sabtu (30/7/2022).

Bahlil menyampaikan apresiasinya atas komitmen investasi LG yang berkontribusi terhadap pengembangan ekosistem industri kendaraan listrik di Indonesia.


"Selain membangun EV (Electric Vehicle) baterai yang terintegrasi dari hulu ke hilir, nantinya LG Electronics itu juga akan melakukan relokasi dari China ke Indonesia, termasuk R&D (Research & Development) nya," katanya.

Bahlil menyebut rencana relokasi ini menjadi kabar positif bagi Indonesia. Kementerian Investasi/BKPM memastikan akan memberi fasilitas dari tahap perizinan sampai dengan terealisasinya rencana investasi tersebut.

Vice Chairman/CEO LG Corporation Brian Kwon menilai Pemerintah Indonesia sangat serius dalam pengembangan energi terbarukan.

"Kami harapkan perhatian khusus Pemerintah Indonesia agar investasi grand package tersebut bisa berjalan dengan sesuai dengan rencana. Selain itu, kami juga akan merelokasi pusat R&D LG Electronics kami di China ke Indonesia," ujar Brian.

Lebih lanjut, Brian menyampaikan perlunya pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia agar dapat mengimbangi masuknya alih teknologi dari Korea Selatan ke Indonesia.

Selain industri mobil listrik, Bahlil mengungkapkan adanya minat investasi LG dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Investasi ini terkait dengan konsep pengembangan smart city di IKN.

Bahlil mendampingi Presiden Joko Widodo dalam kunjungan kerja ke Soul, Korea Selatan. Jokowi bertemu dengan 10 pimpinan perusahaan asal Korea Selatan yang memiliki minat investasi baru maupun berencana melakukan perluasan investasinya ke Indonesia.

Pertemuan itu menghasilkan komitmen investasi sebesar US$ 6,72 miliar atau Rp 100,69 triliun. Sementara itu, berdasarkan data Kementerian Investasi/BKPM sepanjang 2017 sampai dengan semester I-2022, Korea Selatan tercatat menempati peringkat ke-5 dengan total realisasi investasi sebesar US$ 9,08 miliar.



Simak Video "Bappebti Ungkap Penyebab Investasi Ilegal Makan Banyak Korban"
[Gambas:Video 20detik]
(bpa/bpa)