Beli Minyak Curah Pakai PeduliLindungi, Pedagang Medan: Bikin Repot

Beli Minyak Curah Pakai PeduliLindungi, Pedagang Medan: Bikin Repot

Kartika Sari - detikSumut
Senin, 27 Jun 2022 14:11 WIB
Penjualan minyak curah di Grosir Rizky Denhas, Jalan Menteng II, Binjai, Kecamatan Medan Denai.
Penjualan minyak curah di Grosir Rizky Denhas, Jalan Menteng II, Binjai, Kecamatan Medan Denai (Kartika/detikSumut)
Medan -

Pemerintah mulai melakukan sosialisasi skema penjualan Minyak Goreng Curah Rakyat (MGCR) mulai hari ini. Adapun dalam skema penjualan tersebut, pembeli diwajibkan untuk menunjukkan NIK KTP atau scan qr code aplikasi PeduliLindungi.

Namun, pedagang minyak curah di Kota Medan mengaku bahwa penerapan skema ini masih cukup berat diterapkan di kalangan masyarakat. Diantaranya ada Grosir Rizky Denhas Jalan Menteng II, Binjai, Kecamatan Medan Denai, Medan yang sudah mendaftar sebagai agen penjualan MGCR.

Pemilik grosir, Rizky berpendapat bahwa pembelian minyak goreng dengan menggunakan scan qr code ataupun menunjukkan NIK dinilai merepotkan dan belum tepat jika diterapkan untuk kondisi saat ini.


"Kalau untuk saat ini belum tepat untuk diberlakukan karena di kalangan kita ini masyarakatnya rata-rata menengah ke bawah. Apalagi kalau pakai scan PeduliLindungi gini, manalah sempat ibu-ibu ini bawa HP, belum lagi paket internetnya, cukup merepotkan sebenarnya bagi masyarakat," ungkap Rizky kepada detikSumut, di Medan, Senin (27/6/2022).

Berdasarkan amatan, untuk di grosir Rizky belum ada terdapat papan barcode PeduliLindungi. Rizky menyebutkan jika saat ini masih menunggu informasi dari pihak PT.

Sementara itu, sistem penyertaan NIK KTP saat membeli minyak curah juga masih belum dapat diterapkan di lingkungan grosir Rizky.

"Kalau ini ya sebenarnya cukup sulit juga, kita mesti catat-catat lagi. Pembeli kan gak mau yang ribet, maunya beli langsung. Kadang kita yang terpaksa ngurus untuk daftarkan KTP mereka. Saat ini kita masih menerima seperti biasa karena di sini persaingan juga ketat kan, kalau pembeli maunya yang mudah membelinya," tuturnya.

Untuk minyak goreng curah, Rizky mematok harga Rp 13.500-14.000 per kilo. Sementara itu untuk pasokan, Rizky mendapat jatah sekitar 200 liter untuk minyak curah yang dapat dia habiskan kurang lebih dalam waktu satu bulan.

Di lain tempat, warga sekitar mengakui bahwa penggunaan aplikasi PeduliLindungi cukup repot bagi mereka, terlebih yang tidak punya handphone.

"Aduh, kok beli minyak aja sulit kali kayak gini sih sekarang. Udah harga minyak mahal, mesti lagi yang katanya pake KTP lah terus yang pake aplikasi itu lah, ribet kita," ucap Mira, warga Jalan Menteng II.

Sebagai Informasi, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan akan melakukan sosialisasi penjualan dengan sistem qr code Dan NIK KTP mulai hari ini, Senin (27/6/2022) hingga dua minggu mendatang.



Simak Video "Perawat di Medan Dilecehkan di Ruang ICU Rumah Sakit, Ini Pelakunya!"
[Gambas:Video 20detik]
(afb/afb)