Harga Sawit di Sumut Anjlok Rp 1.400/Kg, Petani Pasrah

Kartika Sari - detikSumut
Jumat, 24 Jun 2022 16:41 WIB
Sejumlah truk pengangkut Tanda Buah Segar (TBS) kelapa sawit mengantre untuk pembongkaran di salah satu pabrik minyak kelapa sawit milik PT.Karya Tanah Subur (KTS) Desa Padang Sikabu, Kaway XVI, Aceh Barat, Aceh, Selasa (17/5/2022). Harga jual Tanda Buah Segar (TBS) kelapa sawit tingkat petani sejak dua pekan terakhir mengalami penurunan dari Rp2.850 per kilogram menjadi Rp1.800 sampai Rp1.550 per kilogram, penurunan tersebut pascakebijakan pemeritah terkait larangan ekspor minyak mentah atau crude palm oil (CPO). ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/rwa.
Ilustrasi TBS (Foto: ANTARA FOTO/SYIFA YULINNAS)
Medan -

Para petani Sawit di Sumatera Utara hanya bisa pasrah saat melihat harga jual Tandan Buah Segar (TBS) terus anjlok.

Adapun harga TBS Sawit di tingkat petani pekan ini berkisar Rp 1.400-1.875 per kg. Harga tersebut menurun dibanding pekan sebelumnya yakni Rp 1.700-2.000 per kg.

Sementara itu, sebelum adanya pelarangan ekspor sawit, harga TBS Sawit di Sumut mampu mencapai Rp 3.000 per kg.


Data ini didapat dari Apkasindo Sumut yang mengambil sampel dari 15 daerah penghasil sawit di Sumut.

"Turun kali ini. Apalagi pas lebaran kemarin cuma Rp 900 per kg," ungkap Sofyan, petani sawit asal Deli Serdang, Jumat (24/6/2022).

Dikatakan Sofyan, harga saat ini membuat dirinya harus mengurangi biaya produksi seperti pemupukan untuk lahan miliknya seluas 15 hektare.

"Kita nggak bisa memupuk, harga sawit sekarang Rp 1.400. Kita cuma bisa berdoa sama Tuhan aja ini," ujarnya.

Diceritakan Sofyan, dirinya saat ini hanya bisa mendapat untung Rp 1,5 - 1,7 juta per bulan. Tentunya ia berharap agar harga sawit dapat meningkat kembali.

"Sekarang harga sawit murah tapi minyak pun tetap mahal. Sekarang mau beli apa-apa juga mahal, ya pasrah saja lah," ucapnya.



Simak Video "Hati-hati! Ada Komplotan Penipu Wanita di Aplikasi Kencan, Motor Dibawa Kabur"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)