Aceh

Ribuan Tabung LPG Tak Layak Pakai Menumpuk di SPBE Aceh Besar

Agus Setyadi - detikSumut
Jumat, 03 Jun 2022 08:11 WIB
Ribuan tabung gas menumpuk di SPBE yang berada di Aceh Besar
Ribuan tabung gas menumpuk di SPBE yang berada di Aceh Besar (Agus Setyadi/detikSumut)
Aceh Besar -

Ribuan tabung gas LPG nonsubsidi yang sudah tidak layak pakai menumpuk di bengkel perawatan tabung di SPBE di Aceh Besar, Aceh. Pihak SPBE berharap Pertamina segera menggantikan tabung tersebut dengan yang baru.

Ribuan tabung itu disusun rapi di dekat pagar di kompleks bengkel perawatan tabung milik PT Aira Gibran Internusa yang berlokasi di Desa Beuradeun, Peukan Bada, Aceh Besar. Di kompleks lokasi itu juga ada SPBE.

Sebagian besar tabung yang ada di sana telah berkarat dan tidak nampak lagi warnanya. Di dalam bengkel, sejumlah pekerja melakukan pengecekan untuk dilakukan perawatan. Bila sudah tidak dapat diperbaiki, tabung tersebut dipisah lalu ditumpuk di satu tempat.


"Dalam setahun kita menerima 40 ribu tabung. Yang layak pakai 10 persen dari 40 ribu," kata pemilik bengkel perawatan tabung Nahrawi Noerdin kepada wartawan, Kamis (2/6/2022).

Dia mengatakan, proses perawatan terkendala karena tidak ada tabung baru. Bila ada tabung baru, tabung lama yang beredar di masyarakat dapat ditarik untuk dicek dan dilakukan perawatan.

Menurutnya, bengkel perawatan yang sudah berjalan tiga tahun itu setiap hari melakukan perbaikan tabung. Tabung yang masih layak pakai, diperbaiki lalu dicat ulang.

Untuk satu tabung, masa berlaku pemakaian selama 25 tahun dan perawatan dilakukan 5 tahun sekali. Dia mengaku pihaknya siap selalu untuk melakukan perawatan tabung.

"Tabung yang masuk kita cek, kita perbaiki, kalau sudah tidak bisa kita perbaiki, kita kembalikan ke Pertamina," jelas pemilik SPBE tersebut.

Dia berharap, pihak Pertamina segera menyediakan tabung baru sehingga tabung lama dapat ditarik. Selain itu, tabung yang sudah tidak layak pakai juga ditarik untuk dimusnahkan.

"Harapan kami Pertamina segera melakukan pengadaan tabung baru. insyaAllah LPJ nonpso ada peningkatan penjualan. Sekarang gimana peningkatan penjualan kalau tampilannya seperti itu (berkarat)," ujarnya.

Sales Area Manager PT Pertamina Aceh, Sony Indro Prabowo, mengatakan, tabung elpiji tidak layak pakai di Aceh diperkirakan berjumlah 20 ribu lebih. Tabung elpiji nonsubsidi dari seluruh Tanah Rencong dibawa ke bengkel tersebut untuk dilakukan perawatan.

"Proses perawatan ini memang ada kendala di kami, suplai tabung baru yang memang masih terbatas. Kami terus berkoordinasi dengan pihak regional dan pusat, memang sudah saatnya tabung-tabung afkir (tidak layak pakai) harus kita pindahkan ke gudang di tandem, kita musnahkan dan diganti dengan yang baru," jelas Sony kepada wartawan.

Dia mengatakan, tabung elpiji yang beredar di konsumen telah dilakukan pengecekan layak edar. Pihaknya memisahkan tabung layak edar dengan yang tidak.

"Untuk yang sudah tidak bisa diperbaiki lagi atau afkir memang dipisahkan tersendiri. Sejauh pantauan kami memang yang keluar dari SPBE sudah ada pengecekan layak edar," sebut Sony.



Simak Video "Momen Pemusnahan 13.000 Batang Ganja di Aceh Besar"
[Gambas:Video 20detik]
(agse/afb)