Stroberi menjadi salah satu buah yang banyak disukai karena rasanya yang manis dan sedikit asam. Di balik bentuknya yang menarik, stroberi ternyata menyimpan fakta unik yang belum banyak diketahui.
Buah yang sering kita makan ini ternyata memiliki struktur yang berbeda dari buah pada umumnya. Lebih dari 80% orang di dunia percaya, bahwa bagian merah pada stroberi adalah buahnya. Padahal itu bukan buah sama sekali.
Selama ini, stroberi dikenal sebagai buah berwarna merah dengan rasa manis dan sedikit asam. Namun, dalam ilmu botani, stroberi ternyata termasuk buah semu atau pseudocarp.
Hal ini karena bagian merah yang biasa dimakan tidak terbentuk langsung dari bakal buah seperti buah pada umumnya. Lantas, mengapa stroberi bisa disebut demikian? Berikut penjelasan ilmiahnya.
Berdasarkan publikasi Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), bagian merah stroberi sebenarnya berasal dari jaringan dasar bunga yang membesar dan menjadi berdaging. Artinya, bagian yang selama ini dianggap sebagai buah nyatanya adalah bagian dari bunga yang berkembang setelah proses penyerbukan.
Lalu, di manakah letak buah stroberi yang sebenarnya? Ternyata, buah sejatinya justru berada di bagian luar, yaitu bintik-bintik kecil yang menempel pada permukaan merahnya.
Bagian tersebut disebut achene, yakni buah kecil yang masing-masing menyimpan biji di dalamnya. Jadi biji buah stroberi yang asli ada di dalam achene ini.
Proses terbentuknya stroberi dimulai ketika bunga mengalami penyerbukan. Setelah pembuahan terjadi, bakal buah berkembang menjadi achene, sementara dasar bunga perlahan membesar. Bagian inilah yang kemudian berubah menjadi merah dan dikenal sebagai stroberi yang biasa dikonsumsi.
Simak Video "Video: Misteri 40 Tahun Terpecahkan, BRIN Identifikasi Rafflesia Spesies Baru di Kaltim"
(astj/astj)