Gaji Habis Sebelum Akhir Bulan, Coba Gunakan Metode 50:30:20 Agar Tak Boros

Muhammad Fikri Haikal Saragih - detikSumut
Jumat, 23 Okt 2026 12:50 WIB
Foto: Getty Images/Dicky Algofari
Medan -

detikers sering kehabisan uang padahal tanggal gajian masih lama? Jika demikian, maka sepertinya ada yang salah dengan cara mengatur keuangan.

Tidak semua orang bisa mengatur gaji bulanan, uang yang awalnya terasa cukup bisa habis lebih cepat dari tanggal gajian. alah satu cara mengatur keuangan yang populer adalah metode anggaran atau budgeting 50:30:20.

Dikutip dari Massachuset Institute of Technology (MIT), metode ini terbagi menjadi tiga kelompok, yakni 50% untuk pengeluaran tetap, 30% untuk pengeluaran fleksibel, dan 20% untuk ditabung atau diinvestasikan.

Sebelum mulai menghitung, detikers bisa tentukan terlebih dahulu jumlah penghasilan bulanan yang akan digunakan. Penghasilan bersih setelah potongan dapat menjadi acuan agar pembagian uang sesuai dengan jumlah yang benar-benar diterima.

Apa Itu Metode 50:30:20?

Sebanyak 50% penghasilan dialokasikan untuk kebutuhan pokok dan pengeluaran tetap. Contohnya biaya tempat tinggal, tagihan listrik, air, bahan makanan, serta transportasi untuk bekerja atau beraktivitas sehari-hari.

Pengeluaran ini perlu diprioritaskan karena berkaitan dengan kebutuhan hidup. MIT juga menyarankan agar biaya tetap, seperti tempat tinggal dan transportasi, disesuaikan dengan kemampuan supaya tidak menghabiskan terlalu banyak penghasilan.

Selanjutnya, 30% penghasilan digunakan untuk pengeluaran fleksibel atau keinginan. Kelompok ini mencakup biaya hiburan, makan di luar, berlangganan layanan streaming, hingga belanja barang yang tidak mendesak.

Pengeluaran fleksibel dapat disesuaikan dengan kondisi keuangan. Jika biaya hiburan bulan ini lebih besar dari rencana, misalnya, seseorang bisa mengurangi pengeluaran serupa pada bulan berikutnya agar anggaran tetap terkendali.

Sementara itu, 20% penghasilan dialokasikan untuk tujuan keuangan. Menurut MIT, bagian ini dapat digunakan untuk membangun cadangan keuangan yang bisa membantu ketika menghadapi keadaan darurat atau mempersiapkan kebutuhan pada masa mendatang.

Tabungan dana darurat, misalnya, dapat membantu menghadapi pengeluaran tidak terduga, seperti biaya perbaikan kendaraan atau kebutuhan mendesak lainnya. Tujuan keuangan setiap orang bisa berbeda, sehingga alokasi ini bisa disesuaikan dengan prioritas masing-masing.



Simak Video "Video Bank Jateng Dukung Pembiayaan Investasi hingga Pengembangan UMKM"


(astj/astj)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork