Vivi Sihay, Sosok Content Creator Difabel di Sumut yang Sulap Sampah Jadi Cuan

Vivi Sihay, Sosok Content Creator Difabel di Sumut yang Sulap Sampah Jadi Cuan

Hafizna Irasa Hasibuan - detikSumut
Rabu, 21 Okt 2026 21:40 WIB
Sosok Vivi Sihay yang menekuni kerajinan tangan berbahan dasar sampah.
Foto: Vivi Sihay, sosok yang menekuni kerajinan tangan dari bahan dasar sampah. (dok. Istimewa)
Medan -

Keterbatasan fisik tak menghalangi Vivi Siti Hardiyanti (30) untuk berkarya. Wanita yang biasa disapa Vivi Sihay ini merupakan seorang content creator difabel berasal dari Sumatera Utara (Sumut) dan juga perajin daur ulang sampah plastik.

Berbagai kerajinan tangan dari sampah plastik, mulai dari tas berbahan bungkus kopi hingga dompet dari kemasan deterjen, telah banyak Vivi Sihay hasilkan. Tak hanya membuat dan menjual kerajinan, ia juga aktif membagikan tutorial daur ulang melalui Channel YouTube.

Perjalanan Vivi menekuni kerajinan daur ulang berawal dari perubahan besar dalam hidupnya. Tiga hari setelah lulus SMK pada 2013, dirinya jatuh sakit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mulanya, Vivi mengalami sakit perut dan harus menjalani pengobatan di rumah selama sekitar sepekan. Karena tak kunjung sembuh, ia kemudian dibawa ke klinik untuk menjalani rawat inap.

Setelah dua hari dirawat, sakit perutnya mulai membaik. Pada hari ketiga, Vivi berniat berjemur agar bisa segera pulang. Namun, saat mencoba berdiri, kedua kakinya tiba-tiba lemas hingga ia terjatuh dan tidak bisa menggerakkan bagian tubuhnya tersebut.

ADVERTISEMENT

Sejak kejadian itu, Vivi tidak bisa lagi berjalan dan lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Kondisi itu membuatnya harus menyesuaikan diri dengan perubahan dalam kehidupannya.

Seiring berjalan waktu, ia pun mulai mencari kegiatan yang tidak hanya mengisi waktu luang, tetapi juga bisa memberinya penghasilan sendiri.

"Saya bosan di rumah aja, pengin menghasilkan uang. Saya coba buat beberapa kerajinan, akhirnya saya menekuni daur ulang sampah karena bahannya murah, tidak mengeluarkan modal banyak," kata Vivi, Rabu (21/10/2026).

Awalnya, membuat kerajinan hanya menjadi kegiatan untuk mengusir kebosanan. Namun, Vivi kemudian melihat peluang bahwa sampah plastik yang mudah ditemukan dan dapat diolah menjadi barang berguna.

Ia pun mulai menekuni kegiatan tersebut karena ingin menghasilkan sesuatu dari rumah.

Pada 2019, Vivi mulai membagikan tutorial daur ulang melalui YouTube. Ia melihat belum banyak kanal yang secara khusus dan serius membagikan tutorial pengolahan sampah plastik menjadi kerajinan.

Dari situ, ia mencoba membuat konten sendiri, sekaligus membuka peluang untuk menambah pemasukan.

Kini, Vivi berfokus mengolah sampah plastik menjadi produk yang layak digunakan dan mengikuti tren. Bungkus kopi disulap menjadi tas, sedangkan kemasan deterjen diolah menjadi dompet.

Di antara berbagai produk yang dibuatnya, tas berbahan bungkus kopi menjadi kerajinan yang paling ia sukai.

Hasil kerajinannya dipasarkan secara online. Sementara itu, proses pembuatan dan tutorialnya dibagikan melalui kanal YouTube Vivi Sihay dengan nama pengguna @Vivisihay.

Kanal tersebut kini memiliki 13,4 ribu pelanggan dan 278 video. Ia juga membagikan konten kerajinan daur ulang melalui akun Instagram @vivisihay2.

Bagi Vivi, tantangan terbesar dalam berkarya bukanlah proses membuat kerajinan, melainkan bagaimana membangun semangat dari dalam diri. Ia mengatakan kondisi fisiknya tidak menghalangi aktivitas berkarya yang dijalaninya.

Meski tidak bisa berjalan, ia tetap berusaha mengembangkan keterampilan dan menghasilkan karya.

"Tantangan terbesar saya bagaimana bisa melawan diri saya sendiri untuk bangkit, tanpa melihat kekurangan saya, saya harus semangat" ujarnya.

Keinginan untuk mandiri menjadi salah satu alasan utama Vivi terus berkarya. Ia ingin mendapatkan penghasilan sendiri tanpa harus meminta uang kepada orang tua.

Selain itu, ia berharap kegiatan yang dilakukannya bisa memberi manfaat bagi orang lain yang ingin belajar mengolah sampah plastik.

"Tujuan utama saya supaya bisa menghasilkan uang sendiri tanpa meminta orang tua, lalu bermanfaat untuk banyak orang. Dengan berkegiatan di rumah saya bisa memberi manfaat dan membantu orang yang mau belajar mengolah sampah plastik," tuturnya.

Melalui kerajinan daur ulang dan konten tutorial yang dibagikannya, Vivi ingin menunjukkan bahwa sampah plastik masih memiliki nilai guna jika diolah dengan kreativitas. Aktivitasnya sebagai content creator bukan hanya menjadi cara untuk mengisi waktu luang, tetapi juga menjadi ruang untuk berbagi pengetahuan, membangun kemandirian, dan mendorong orang lain agar berani berkarya dari apa yang tersedia di sekitarnya.

Artikel ini ditulis Hafizna Irasa Hasibuan, Peserta Maganghub Kemnaker di detikcom

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Catur Bambang, Pahlawan Difabel untuk Difabel!"
[Gambas:Video 20detik] (mjy/mjy)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads