Waktu Ideal Membersihkan Telinga, Bolehkah Setiap Hari?

Muhammad Fikri Haikal Saragih - detikSumut
Rabu, 21 Okt 2026 21:20 WIB
Foto: Getty Images/seb_ra
Medan -

Membersihkan telinga untuk kebanyakan orang sering menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari. Sebagian orang bahkan merasa telinganya belum bersih jika belum mengorek bagian dalamnya menggunakan cotton bud.

Padahal, kotoran telinga atau istilah medisnya disebut serumen tidak selalu harus dibuang. Zat yang kerap dianggap mengganggu ini justru memiliki fungsi penting untuk melindungi saluran telinga loh detikers.

Dikutip dari pedoman klinis yang diterbitkan oleh Schwartz dkk. (2017) di jurnal Otolaryngology Head and Neck Surgery, serumen membantu membersihkan, melumasi, dan melindungi saluran telinga bagian luar. Jika tidak menimbulkan gejala atau menghalangi pemeriksaan telinga, serumen umumnya tidak perlu dibersihkan secara rutin.

Fungsi Kotoran Telinga dan Cara Membersihkannya

Serumen terbentuk dari campuran sekresi kelenjar di saluran telinga dan sel kulit yang mengelupas. Menurut Schwartz dkk., zat ini membantu menangkap debu serta partikel kecil agar tidak mudah masuk lebih jauh ke dalam telinga.

Mengutip dari penelitian yang dilakukan Hobson dan Lavy (2005), telinga juga memiliki mekanisme pembersihan alami. Pergerakan kulit di saluran telinga, yang dibantu gerakan rahang saat berbicara atau mengunyah, membantu mendorong serumen secara bertahap menuju bagian luar telinga.

Karena hal tersebut, mengorek bagian dalam telinga setiap hari bukanlah keharusan. Membersihkan bagian luar telinga dengan lembut menggunakan kain bersih sudah cukup untuk menjaga kebersihannya.

Kebiasaan memasukkan cotton bud atau benda lain ke saluran telinga justru dapat mendorong serumen lebih dalam. Tindakan tersebut berisiko menyebabkan iritasi, luka, atau memperburuk sumbatan serumen.



Simak Video "Video: Penggunaan Cotton Bud Picu Serumen, Ini Pejelasan Dokter"


(astj/astj)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork