Kualitas udara Malaysia masuk kategori mengkhawatirkan imbas terdampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Indonesia. Kondisi ini membuat Pemerintah Malaysia menutup sekolah selama lima hari ke depan.
"Laporan pemantauan menunjukkan bahwa pembacaan Indeks Pencemaran Udara (API) masih berada pada tingkat yang mengkhawatirkan, tanpa perbaikan yang signifikan," Ketua Komite Pendidikan dan Informasi Negara Bagian Johor, Muhammad Naqib Md Ghazali, dikutip detikHealth dari CNA.
Menurut dia, penutupan ini merupakan perpanjangan dari sebelumnya. Sekolah baru akan dibuka melihat perkembangan situasi kualitas udara.
Naqib menyebut kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Pemangku Raja Johor, Tunku Mahkota Ismail. Keputusan itu juga mencerminkan komitmen pemerintah negara bagian untuk memprioritaskan kesehatan dan keselamatan masyarakat.
Dia menambahkan, kegiatan belajar mengajar dari rumah (PdPR) akan tetap berlangsung selama sekolah ditutup, sesuai dengan Manual PdPR Versi 2.0 yang dikeluarkan Kementerian Pendidikan Malaysia.
Namun, pengecualian terbatas dapat diberikan kepada siswa yang akan mengikuti ujian dan penilaian.
"Pengecualian ini harus dikoordinasikan oleh Departemen Pendidikan Johor (JPNJ) dan dilaksanakan dengan mematuhi prosedur operasional standar (SOP) kesehatan secara ketat. Tidak ada kegiatan tambahan yang diizinkan," ujarnya.
Naqib mengatakan Departemen Pendidikan Johor akan meninjau SOP setiap hari sesuai dengan arahan Kementerian Pendidikan Malaysia.
Departemen tersebut juga akan memperoleh informasi terbaru dari lembaga pemeriksaan kementerian untuk mengoordinasikan jadwal ujian dan penilaian bagi sekolah negeri maupun sekolah agama di Johor.
Naqib menekankan pentingnya mengenakan masker dan mematuhi seluruh pedoman kesehatan yang telah ditetapkan. Menurutnya, otoritas kesehatan telah menyampaikan kekhawatiran mengenai risiko kesehatan akibat paparan polusi udara dalam waktu lama.
Dia juga merekomendasikan penerapan langkah-langkah pencegahan yang lebih menyeluruh, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan.
"Sepanjang Oktober, tercatat 30.648 kasus asma dan infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) di negara bagian tersebut. Jumlah ini meningkat 20,7 persen secara mingguan," katanya, seperti dikutip media setempat.
Simak Video "Video: Indonesia vs Malaysia: Berebut 3 Poin Krusial"
(astj/astj)