Mahasiswa Universitas Negeri Medan (Unimed) mengembangkan Agrinex (Agricultural Growth and Nutrient Exchange), inovasi pertanian cerdas berbasis Internet of Things (IoT). Inovasi ini dirancang untuk menganalisis kebutuhan tanaman sebelum menentukan pemberian pupuk secara terukur dan berbasis data.
Founder tim Agrinex, Wahyu, mengatakan inovasi tersebut berangkat dari pemahaman bahwa tanaman membutuhkan nutrisi yang sesuai untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. Karena itu, pemberian pupuk perlu disesuaikan dengan kebutuhan tanaman, bukan sekadar dilakukan secara otomatis.
"Apabila manusia ingin memiliki tubuh yang prima, maka membutuhkan asupan gizi yang terukur. Begitu pula dengan tanaman dan tanah, apabila ingin tumbuh dan berkembang dengan prima, perlu pemupukan yang terukur dan berbasis data," ujar Wahyu, Rabu (14/10/2026).
Ia menjelaskan, keunggulan Agrinex terletak pada kemampuan sistem dalam menganalisis kebutuhan tanaman dan menentukan apakah pupuk perlu diberikan serta berapa banyak pupuk yang harus dikeluarkan. Dengan mekanisme tersebut, Agrinex dirancang untuk membantu mengurangi risiko pemupukan berlebihan atau overfertilization.
Simak Video "Video: Inter Miami Menang 2-0 Vs NYFC, Messi Cetak 1 Assist"
(astj/astj)