Pernah menyimpan struk belanja di dompet tetapi tulisannya justru memudar beberapa hari kemudian. Padahal, struk tersebut disimpan baik-baik dan tidak terkena air.
Kondisi ini bisa terjadi karena jenis kertas yang digunakan untuk mencetak struk memang memiliki karakteristik berbeda dari kertas biasa. Banyak struk kasir dicetak menggunakan kertas termal (thermal paper).
Berbeda dari kertas yang dicetak pakai tinta biasa, kertas ini memiliki lapisan kimia khusus yang bisa berubah warna ketika terkena panas.
Menurut Peneliti dari McGill University, Joe Schwarcz, salah satu bahan yang umum digunakan pada kertas thermal adalah bisphenol A (BPA). BPA berperan dalam proses pembentukan gambar ketika kertas dipanaskan. Namun, ada beberapa alternatifnya dan sudah bebas BPA (BPA Free).
Proses tersebut membuat gambar, tulisan, dan angka muncul saat kertas melewati kepala printer yang menghasilkan panas. Lapisan kimia tersebut juga menjadi alasan mengapa tulisan pada struk tidak selalu bertahan lama.
Menurut National Archives of Australia (NAA), gambar atau tulisan pada kertas termal dapat memudar seiring waktu. Dalam kondisi tertentu, tulisan bahkan bisa hilang sepenuhnya, sementara permukaan kertas dapat menggelap.
Simak Video "Mengandung Bisphenol A, Botol Bermerek Olimpiade Paris 2024 Ditarik"
(astj/astj)