Sumatera Barat

Tinjau Kerusakan Banjir Bandang Solok, Menteri PU Sarankan Perkantoran Dipindah

Jeka Kampai - detikSumut
Rabu, 30 Sep 2026 21:40 WIB
Foto: Menteri PU Dody Hanggodo saat meninjau lokasi banjir bandang di Solok, Sumbar. (Jeka Kampai/detikSumut)
Solok -

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo meninjau kerusakan akibat banjir bandang atau galodo di Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar). Usai melihat langsung dampak banjir bandang, Dody menyarankan agar perkantoran, terutama Kantor Dinas PUPR Kabupaten Solok, yang terdampak bencana dipindah ke tempat aman.

"Tadi saya diajak oleh Pak Bupati jalan-jalan ke atas (lokasi perkantoran terdampak), yang mana saya lihat memang seperti terlihat, ada jalur sungai lama. Nah, sungai itu prinsipnya selalu mencari jalur yang lama. Selalu. Ya jadi itu yang menyebabkan kemudian kantor dinas PUPR dan lainnya terdampaki paling parah," kata Menteri Dody kepada wartawan, Rabu (30/9/2026) sore.

Pantauan detikSumut di lapangan, Menteri Dody berkeliling di lokasi perkantoran Pemkab Solok yang mengalami kerusakan. Di tengah guyuran hujan lebat, ia berkeliling dari satu lokasi ke lokasi lainnya, termasuk kawasan perumahan warga yang hancur diterjang banjir bandang.

Ikut mendampingi peninjauan tersebut Bupati Solok Jon Firman Pandu, Bupati Tanah Datar Eka Putra, Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang Resky Wahyudi dan Kepala Balai Prasarana dan Pemukiman Wilayah Sumatera Barat Maria Doeni Isa.

"Saya sarankan kepada Pak Bupati mungkin sebaiknya dipindah saja, karena membersihkan itu juga perlu waktu sebulan dua bulan. Bersih-bersih, lalu
melakukan rehabnya. Jadi mungkin kalau dibandingkan dengan kita pindah dan membangun dari awal, jauh lebih murah," katanya.

Meski begitu, Dody menggarisbawahi bahwa soal pindah atau tidak tergantung kebijakan kepala daerah.

"Tapi ya, ini pantauan saya singkat ya. Putusan akhir pada pak bupati. Saya cuma bisa memberikan syarat tapi putusanya pada Pak Bupati, k arena saya kan tidak begitu paham semua aspek. Kadang-kadang kan ada aspek-aspek sosial kebudayaan yang saya harus ikuti. Sebagai seorang yang cuma datang dan membantu pembangun, kira-kira begitu," jelasnya.

Banjir bandang atau Galodo Solok menyebabkan 12 kantor dinas instansi ikut rusak. Saat ini, ke-12 kantor tersebut sedang proses evakuasi dan pembersihan, karena terendam material lumpur dan kayu-kayu.

Bupati Solok, Jon Firman Pandu menyebut pihaknya sedang mencari solusi untuk memindahkan aktivitas perkantoran sementara ke sebuah tenda besar.

"Kita dirikan tenda besar di dekat dinas pendidikan. Sementara, aktivitas bisa disana, karena memang aktivitas perkantoran nyaris lumpuh. Ada 12 kantor dinas instansi, termasuk gedung DPRD yang terdampak," kata Jon Pandu.

Selain perkantoran, sebanyak 68 rumah juga rusak, dan enam orang menjadi korban akibat bencana tersebut. Empat ditemukan selamat, sementara dua lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.



Simak Video "Melihat Progres Pembangunan Sekolah Rakyat di Kedung Cowek Surabaya Garapan Waskita Karya"

(mjy/mjy)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork