Cara Mengatasi Kamar Tidur yang Lembap dan Bau Apek, Tak Perlu Pakai AC

Danang Sugianto - detikSumut
Selasa, 29 Sep 2026 05:29 WIB
Foto: Getty Images/FreshSplash
Jakarta -

Baru membuka pintu kamar, tetapi yang menyambut justru udara pengap dan bau apek yang membuat ingin segera keluar? Kondisi ini bukan sekadar soal kamar yang jarang dibersihkan.

Kelembapan yang terperangkap di dalam ruangan bisa menjadi penyebab udara terasa tidak nyaman dan aroma tak sedap semakin sulit hilang. Lalu bagaimana cara mengusir lembap dan bau apek dari kamar tidur tanpa harus terus menyalakan AC?

Dikutip detikProperti dari buku Penyehatan Udara karya Tri Cahyono, SKM, MSi, kelembapan merupakan kondisi ketika kandungan uap air di udara terlalu tinggi. Di dalam rumah, kelembapan dapat berasal dari penguapan air yang meresap dari dinding dan lantai maupun aktivitas sehari-hari penghuni.

Jika dibiarkan, kondisi tersebut dapat memicu pertumbuhan jamur. Mengacu pada buku Pencemaran Udara dalam Ruangan karya HJ Mukono, keberadaan jamur atau mould di dalam ruangan dapat berkaitan dengan gangguan pernapasan dan alergi.

Karena itu, kamar yang lembap sebaiknya tidak dibiarkan begitu saja. Menyalakan AC memang bisa membantu, tetapi ada sejumlah cara lain yang dapat dilakukan untuk mengurangi kelembapan.

Cara Atasi Lembap di Kamar Tidur

1. Manfaatkan kipas angin

Tidak punya AC bukan berarti kamar harus dibiarkan pengap. Kipas angin dapat membantu menggerakkan udara di dalam ruangan. Agar lebih efektif, arahkan aliran udara ke area yang cenderung lembap atau pastikan udara dapat bergerak menuju bukaan seperti jendela.

Kipas angin sendiri tidak menghilangkan uap air dari udara seperti dehumidifier. Namun, pergerakan udara dapat membantu proses pengeringan pada permukaan yang lembap.

2. Buka jendela secara rutin

Membuka jendela menjadi salah satu cara paling sederhana untuk membantu pertukaran udara.

Jika kondisi udara di luar memungkinkan, buka jendela secara rutin agar udara dari dalam kamar dapat berganti. Langkah ini juga membantu mengurangi udara pengap.

Namun, ketika udara luar justru sangat lembap atau sedang hujan, jendela sebaiknya tidak dibuka terlalu lama.

3. Gunakan dehumidifier

Jika kamar berada di wilayah yang cenderung lembap atau masalah kelembapan terus berulang, dehumidifier bisa menjadi pilihan.

Berbeda dengan kipas, alat ini memang dirancang untuk mengurangi kandungan uap air di udara. Air yang berhasil dikumpulkan kemudian ditampung dalam wadah atau dialirkan melalui selang, tergantung jenis perangkatnya.

4. Cari sumber rembesan

Jangan hanya mengatasi udara lembap tanpa mencari penyebabnya.

Periksa dinding, plafon, lantai, area sekitar jendela, hingga atap. Dinding yang rembes atau kebocoran dari saluran air dapat menjadi sumber kelembapan yang terus-menerus.

Jika ditemukan rembesan, sumber kebocoran perlu diperbaiki terlebih dahulu. Dinding yang mengalami masalah juga dapat membutuhkan penanganan dan pelapisan kembali setelah kondisinya benar-benar kering.



Simak Video "Cara Menghempas Milia di Wajah"


(astj/astj)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork