Seorang warga bernama Sulasno (45) diterkam buaya saat memanen kelapa sawit di Desa Tubiran, Kecamatan Marbau, Labuhanbatu Utara (Labura). Akibat serangan itu, Sulasno mengalami luka robek.
Kapolsek Marbau AKP Jonly HW Purba mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (13/9/2026). Saat itu, korban sedang melangsir buah kelapa sawit dari kebunnya ke tempat pengumpulan hasil (TPH) di pinggir Sungai Belungkut.
"Korban sedang memanen dan melangsir buah kelapa sawit dari kebun sendiri ke TPH di pinggir sungai. Saat itu, ada tandan buah kelapa sawit yang jatuh ke sungai," kata Jonly saat dikonfirmasi detikSumut, Selasa (15/9/2026).
Korban kemudian turun ke tepi sungai untuk mengambil tandan sawit yang jatuh. Tanpa disadari korban, ada seekor buaya di tepi sungai yang kemudian menyerangnya.
"Korban sempat melakukan perlawanan dengan buaya. Menurut pengakuan korban, dia sempat menancapkan parang ke leher buaya sembari menyelamatkan diri naik ke darat dan berteriak meminta pertolongan," ujarnya.
Mendengar teriakan korban, seorang warga bernama Aksay datang untuk menolong. Korban kemudian dibawa ke seorang mantri sebelum akhirnya dibawa ke RS Tiga Saudara, Kampung Pajak, untuk mendapatkan perawatan medis.
Jonly mengatakan korban mengalami sejumlah luka akibat serangan buaya. Di antaranya luka robek pada dada kiri yang menembus paru-paru sehingga korban mengalami kesulitan bernapas.
"Korban juga mengalami luka robek di tangan kanan, tangan kiri, serta paha kiri dekat kemaluan," katanya.
Berdasarkan keterangan dokter, korban akan dirujuk ke rumah sakit lain untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Saat ini, korban masih berada di ruang IGD dalam kondisi sadar.
Setelah kejadian tersebut, warga Desa Tubiran melakukan pencarian terhadap buaya yang menyerang Sulasno. Buaya tersebut akhirnya ditangkap warga pada Senin (14/9/2026) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari.
"Buaya tersebut diduga masyarakat sebagai buaya yang telah menyerang Sulasno saat memanen buah kelapa sawit di tepi Sungai Belungkut," ujar Jonly.
Buaya yang ditangkap warga tersebut memiliki panjang sekitar 2,5 meter dengan berat sekitar 80 kilogram. Warga menduga buaya tersebut merupakan jenis buaya sinyulong atau buaya ikan.
Buaya itu diamankan warga di sebuah bangunan tempat pencucian kendaraan (doorsmeer) sebelum nantinya dibawa ke Polsek Marbau. Warga menduga buaya tersebut merupakan hewan yang menyerang korban karena terdapat gigi yang rompal dan luka pada bagian leher yang diduga akibat tusukan benda tajam.
"Untuk sementara, buaya tersebut diamankan di doorsmeer. Selanjutnya akan dibawa ke Polsek Marbau sambil menunggu kedatangan tim BKSDA dari Kabupaten Asahan," jelasnya.
Simak Video "Video: Pria di Belitung Tewas Diterkam Buaya di Depan Anaknya"
(dhm/dhm)