Presiden China Xi Jinping menyerukan negara-negara di Timur Tengah untuk membangun kerangka keamanan baru di kawasan serta menolak segala bentuk campur tangan dari pihak luar. Dalam kunjungannya yang jarang dilakukan ke Mesir, Xi menekankan pentingnya negara-negara Timur Tengah menentukan sendiri masa depan dan nasib mereka.
Dilansir detikNews dari Anadolu Agency dan TRT World, Kamis (3/9/2026), pernyataan tersebut disampaikan Xi saat bertemu dengan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi dalam pertemuan tingkat tinggi di Kairo.
"China mendukung negara-negara kawasan dalam membangun arsitektur keamanan baru bagi Timur Tengah," ucap Xi dalam pernyataannya, seperti dikutip kantor berita Xinhua pada Rabu (2/9).
Xi tiba di Kairo, ibu kota Mesir, pada Selasa (1/9) waktu setempat untuk menjalani kunjungan kenegaraan selama dua hari. Kedatangan tersebut menjadi kunjungan pertama Xi ke Mesir dalam satu dekade terakhir.
Setibanya di Istana Kepresidenan Ittihadiya, Kairo, Xi disambut langsung oleh Sisi dengan upacara kenegaraan dan penghormatan berupa tembakan meriam sebanyak 21 kali. Kedua pemimpin kemudian menggelar pembicaraan yang turut membahas situasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Dalam pertemuan tersebut, Xi kembali menegaskan pentingnya kawasan Timur Tengah terbebas dari intervensi eksternal.
"Kita harus menjunjung tinggi prinsip bahwa masyarakat Timur Tengah harus tetap menjadi penentu nasib mereka sendiri, menentang campur tangan pihak luar, dan mendukung negara-negara kawasan dalam memperkuat dialog mengenai perdamaian dan keamanan," tegas Xi, sembari mengajak China dan Mesir untuk "bersama-sama menentang unilateralisme dan tindakan intimidasi".
Xi selanjutnya mendorong penerapan "solusi komprehensif dan keamanan bersama" untuk mengatasi berbagai persoalan di Timur Tengah. Ia juga menegaskan bahwa isu Palestina "tetap menjadi inti dari persoalan Timur Tengah, dan tidak seharusnya diabaikan atau dikesampingkan".
Selain itu, Xi menyerukan agar "peran efektif" Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di kawasan diperkuat. Ia juga meminta negara-negara berkekuatan besar dari luar kawasan menghentikan penerapan "standar ganda" dalam menyikapi persoalan Timur Tengah.
Pernyataan Xi disampaikan ketika ketegangan di kawasan Selat Hormuz meningkat akibat konflik antara AS dan Iran. Dalam situasi tersebut, Xi menyatakan China "siap bekerja sama" dengan negara-negara Timur Tengah untuk "menjaga keamanan jalur pelayaran internasional".
Sementara itu, berdasarkan pernyataan kantor kepresidenan Mesir, Xi dan Sisi sama-sama menyerukan "solusi diplomatik" serta "kesepakatan komprehensif untuk mengakhiri perang".
Selain membahas situasi geopolitik di Timur Tengah, kedua pemimpin juga membicarakan upaya memperkuat hubungan bilateral China dan Mesir.
Xi mendorong kedua negara untuk "menciptakan terobosan baru dalam kerja sama di bidang energi hijau, kendaraan listrik, kedirgantaraan, ekonomi digital, dan teknologi pertanian modern".
Simak Video "Video: Pabrik Kembang Api di China Meledak, 26 Orang Tewas"
(afb/afb)