Presiden Iran Masoud Pazeshkian buka suara setelah Amerika Serikat (AS) menyerang Pulau Larak, yang ada di bagian selatan negara tersebut. Masoud mengatakan Iran tidak mau berperang dengan siapapun.
Menurut Masoud ketidakstabilan kawasan Timur Tengah akan menjadi tantangan bagi semua negara. Dia bilang Iran tidak mencari perang, tapi juga tidak akan tinggal diam menghadapi agresi apapun.
Ini menjadi komentar pertama Pezeshkian setelah AS kembali menyerang Iran pada Minggu (30/8) waktu setempat. Serangan itu merupakan yang pertama dilancarkan Washington terhadap wilayah Teheran sejak akhir Juli lalu, ketika pertempuran terhenti.
"Iran akan memberikan respons tegas terhadap agresor (jika diserang)," ujarnya seperti dilansir detikNews dari Anadolu Agency, Senin (31/8/2026).
Dia bilang Teheran akan memberikan respons tegas terhadap serangan lanjutan apa pun. "Ketidakstabilan dan pergolakan di kawasan ini tidak menguntungkan negara mana pun dan akan menjadi tantangan bagi semua pihak," cetusnya.
Pezeshkian bertolak ke Kyrgyzstan untuk menghadiri pertemuan puncak para kepala negara anggota-anggota Organisasi Kerja Sama Shanghau (SCO). Acara tersebut digelar bersamaan dengan kembali berkobarnya pertempuran antara Iran dan AS.
Pada Minggu (30/8) waktu setempat, pasukan AS membombardir dua peluncur roket milik Iran yang ada di Pulau Larak. Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan bahwa serangan dilancarkan setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) terdeteksi sedang mempersiapkan roket-roket bermuatan ranjau laut untuk diluncurkan ke Selat Hormuz.
Simak Video "Iran Umumkan Kemenangan Perang, Klaim Paksa AS Terima Rencana 10 Poin"
(astj/astj)