Luhut Sebut Data di Desil Bakal Diperbaiki Pakai AI

Luhut Sebut Data di Desil Bakal Diperbaiki Pakai AI

Tim detikFinance - detikSumut
Sabtu, 29 Agu 2026 07:00 WIB
Luhut Binsar Pandjaitan (tengah) (Belia/detikcom)
Foto: Luhut Binsar Pandjaitan (tengah) (Belia/detikcom)
Jakarta -

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menanggapi persoalan pengelompokan desil masyarakat yang belakangan dinilai tidak selalu sesuai dengan kondisi ekonomi sebenarnya. Ia mengatakan pemerintah akan terus melakukan perbaikan data dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

"Kita akan terus perbaiki nanti dengan AI ini. Karena pertukaran data antar Kementerian dan Lembaga itu jalan, mestinya nanti akan diperbaiki," kata Luhut saat ditemui di acara Jakarta Investment Festival 2026, Jakarta Pusat, dilansir detikFinance, Jumat (28/8/2026).

Menurut Luhut, proses digitalisasi dan penggunaan AI memungkinkan data yang dimiliki kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah saling terhubung. Integrasi tersebut diharapkan dapat membuat proses penentuan kelompok atau kategori desil masyarakat menjadi lebih akurat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk pertama kali semua data-data Kementerian lembaga itu sudah berbicara satu sama lain melalui digital dan disupport oleh AI. Jadi Anda nanti bisa tes sendiri siapa kali ada yang mau mendaftar masuk Bansos, silahkan. Akan bisa ditolak atau bisa diterima," ungkapnya.

Ia mengatakan pemanfaatan AI juga diharapkan dapat menciptakan sistem pengelompokan desil yang lebih adil. Data tersebut nantinya menjadi salah satu dasar dalam menentukan penerima berbagai program bantuan sosial.

ADVERTISEMENT

Dengan sistem yang lebih terintegrasi, menurut Luhut, masyarakat akan semakin sulit menyembunyikan informasi atau kondisi ekonomi yang sebenarnya untuk memperoleh bantuan.

"Sekarang lagi dikerjakan, lagi kita lihat, lagi-lagi dengan AI ini saya kira akan lebih banyak keadilan. Karena orang tidak bisa sembunyi data lagi," paparnya.

Selain memperbaiki akurasi data, Luhut juga mendorong masyarakat yang merasa memenuhi syarat sebagai penerima bantuan sosial untuk mendaftarkan diri. Ia menilai pemanfaatan AI dapat membantu pemerintah menyalurkan bansos dengan lebih tepat sasaran sekaligus menciptakan efisiensi anggaran.

"Yang merasa qualified untuk mendaftar bansos karena penghematan luar biasa sehingga saya pikir tidak tertutup kemungkinan Presiden menambah nanti cash transfer karena kita ujung-ujungnya tidak akan lagi nanti memberikan subsidi kepada produk," pungkas Luhut.



(nkm/nkm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads