Pernyataannya Soal Pemilu Lebih Cepat Heboh, Budi Arie Minta Maaf

Pernyataannya Soal Pemilu Lebih Cepat Heboh, Budi Arie Minta Maaf

Tim detikNews - detikSumut
Rabu, 26 Agu 2026 16:03 WIB
Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi
Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi Foto: Taufiq/detikcom
Jakarta -

Ketua Umum Relawan Projo Budi Arie Setiadi menyampaikan permintaan maaf menyusul polemik terkait pernyataannya mengenai adanya kemungkinan pemilu lebih cepat dari 2029. Budi Arie menegaskan pandangan tersebut merupakan analisis pribadinya dan tidak berkaitan dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

Pernyataan yang memicu kontroversi itu sebelumnya beredar dalam sebuah video berdurasi sekitar 1 menit 47 detik. Rekaman tersebut memperlihatkan suasana pertemuan di sebuah ruangan, dengan Budi Arie duduk di samping Jokowi.

Dalam video itu, Budi Arie yang mengenakan kemeja batik lengan panjang menceritakan percakapannya dengan Jokowi. Ia mengaku sempat membisikkan kepada Jokowi mengenai instingnya bahwa sesuatu dapat terjadi lebih cepat dari 2029.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Budi Arie kemudian mengajak peserta forum mempertimbangkan kemungkinan adanya percepatan, ketika pembahasan politik masih berfokus pada Pemilu 2029. Sejumlah peserta beberapa kali merespons dengan kata "siap" dan "oke".

Berikut pernyataan lengkap Budi Arie yang disampaikan dalam pertemuan tersebut:

ADVERTISEMENT

"... pandangan dan diskusi, dan menurut saya nanti akan kita diskusikan lagi lebih lanjut termasuk pandangan (suara tidak jelas, red) dan sebagainya.

Tetapi saya ingin sampaikan, tadi saya udah bisik ke Pak Jokowi, 'Pak, kok insting saya ini lebih cepat dari 2029?'.

Apakah kita mau? Belum tentu kita mau. Kita masih ngomong Pemilu 29 Pemilu 29. Kalau terjadi percepatan gimana? Kita siap nggak. Itu lho maksud saya.

Jangan maksud saya gini lho. Saya pengalaman dengan gerak sejarah, ini ada yang abnormal di masyarakat saat ini. Ini demo Pati, Madura demo lagi, ikut tandingan, ah ini udah kayak Pam Swakarsa di 98 ini. Pasti kalah yang preman.

Cuman maksud saya terjadi anomali-anomali variabel di masyarakat yang membuat kita tidak hanya sekadar memikirkan skenario-skenario konvensional, langkah-langkah, tahapan-tahapan yang sebagaimana mestinya. Ini terjadi yang namanya, kalau menurut pendapat saya, terjadinya yang namanya patahan sejarah.

Bagaimana tahun 97 tiba-tiba Pemilu yang berikutnya 99. Dan potensi ini bukan tak ada, sangat besar dengan keresahan masyarakat dan kondisi ekonomi saat ini yang betul-betul... tidak membuat masyarakat happy.

Saya... insting aktivis saya mengatakan ini ada sesuatu yang... lebih cepat dari yang kita bayangkan. Makanya itu saya coba mau membuka wacana aja ke temen-temen, supaya berpikir, jangan hanya sekedar berpikir 29. Harus ada pikiran lain, alternatif, manakala terjadi percepatan... sejarah. Terima kasih."

Budi Arie Minta Maaf

Setelah video tersebut viral, Budi Arie memberikan klarifikasi pada Rabu (26/8/2026). Melalui keterangan video yang disampaikan kepada wartawan, ia menyampaikan tiga poin untuk menjelaskan maksud pernyataannya sekaligus meminta maaf atas polemik yang muncul.

Salah satu poin yang ditekankan Budi Arie adalah pernyataannya mengenai potensi percepatan sebelum 2029 tidak berkaitan dengan Jokowi, meskipun saat pernyataan itu disampaikan dirinya duduk di samping Presiden ke-7 RI tersebut.

"Pernyataan tersebut tidak ada hubungan dan kait... dan mengkaitnya, dengan Bapak Joko Widodo," kata Budi Arie.

Dalam permintaan maafnya, Budi Arie menyatakan bahwa ucapan dan analisisnya dalam sebuah pertemuan di Jakarta telah memicu berbagai spekulasi dan penafsiran. Ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada pihak-pihak yang merasa tidak berkenan atau tidak nyaman atas pernyataan tersebut.

Berikut pernyataan lengkap Budi Arie:

Sehubungan dengan viralnya, pernyataan dan analisa saya dalam sebuah pertemuan di Jakarta baru-baru ini yang menimbulkan spekulasi dan berbagai salah penafsiran, saya Budi Arie Setiadi memohon maaf kepada pihak-pihak yang kurang berkenan dan nyaman dengan pernyataan saya tersebut.

Pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan, satu, pernyataan dan analisa tersebut merupakan pernyataan dan analisa pribadi saya.

Kedua, pernyataan tersebut tidak ada hubungan dan kait... dan mengkaitnya, dengan Bapak Joko Widodo.

Yang ketiga, saya siap bertanggung jawab dan menerima segala konsekuensi karena analisa dan pernyataan saya tersebut. Terima kasih. Jaga terus persatuan Indonesia.



(nkm/nkm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads