Manajer Kopdes Jalani Program Ini Usai Latsarmil-Bela Negara

Manajer Kopdes Jalani Program Ini Usai Latsarmil-Bela Negara

Tim detikFinance - detikSumut
Sabtu, 18 Jul 2026 15:04 WIB
Pelatihan manajerial calon manajer kopdes di Bandung Barat
Pelatihan manajerial calon manajer kopdes di Bandung Barat (Foto: Whisnu Pradana/detikJabar)
Jakarta -

Calon manajer Koperasi Desa/Koperasi Merah Putih (KDKMP) akan menjalani program pelatihan dan sertifikasi mulai 17 Juli hingga 31 Juli 2026. Program ini digelar usai para calon manajer tersebut menjalani latihan dasar Militer (Latsarmil) dan bela negara.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan pelatihan tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan teknis para peserta, tetapi juga mempersiapkan mereka sebagai garda terdepan dalam mengelola koperasi di tingkat desa dan kelurahan.

Program ini merupakan tahapan lanjutan setelah para peserta mengikuti pembentukan karakter dan pendidikan bela negara yang difasilitasi Kementerian Pertahanan. Pembukaan pelatihan dipusatkan di Pusat Pendidikan Artileri Medan (Pusdik Armed), Cimahi, Jawa Barat, Kamis (17/7).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pelatihan ini bukan sekadar peningkatan kompetensi teknis, melainkan penyiapan garda terdepan untuk menjalankan amanat Pasal 33 UUD 1945 melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih," ujar Ferry dalam keterangannya, dilansir detikFinance, Sabtu (18/7/2026).

Ferry menjelaskan, pelatihan tersebut merupakan bagian dari rangkaian pembentukan sumber daya manusia KDKMP. Setelah menyelesaikan penguatan kompetensi manajerial, para peserta akan melanjutkan ke tahap ketiga yakni sertifikasi kompetensi.

ADVERTISEMENT

Melalui tiga tahapan tersebut, pemerintah ingin memastikan setiap manajer KDKMP memiliki karakter, kompetensi, serta profesionalisme yang dibutuhkan untuk mengelola koperasi secara optimal.

"Ini adalah tugas sejarah. Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih adalah gerakan negara yang harus terus dijaga karena tujuannya sangat mulia," tambahnya.

Selain materi mengenai bela negara, disiplin, tata kelola koperasi, dan manajemen keuangan, peserta juga akan dibekali kemampuan nonteknis, seperti komunikasi, kepemimpinan, dan kolaborasi dengan pengurus, pengawas, maupun masyarakat desa.

Menurut Ferry, keberhasilan operasional KDKMP sangat bergantung pada kualitas para manajer yang menjadi ujung tombak pengelolaan koperasi di lapangan.

"Kami ingin para manajer KDKMP tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga mampu membangun komunikasi yang baik, memimpin tim, dan berinteraksi dengan masyarakat desa. Soft skills ini akan sangat menentukan keberhasilan operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih," kata Ferry.

Ia juga menekankan pentingnya standar profesionalisme yang tinggi bagi para lulusan pelatihan. Pasalnya, KDKMP akan memiliki peran strategis, mulai dari mengelola distribusi barang bersubsidi, menyediakan layanan keuangan mikro, hingga menjadi agregator produk UMKM lokal.

"Kita ingin mencetak manajer yang akuntabel, profesional, dan adaptif. Keberhasilan operasionalisasi koperasi di desa-desa sangat bergantung pada kompetensi manajerial yang adik-adik pelajari selama pelatihan ini," terangnya.

Di sisi lain, Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi, Destry Anna Sari, menyebut program penguatan kompetensi tersebut diikuti puluhan ribu peserta yang tersebar di 15 komando latihan, 60 satuan pendidikan, dan 451 kelas di seluruh Indonesia.

Selama 13 hari pelaksanaan, peserta akan menjalani pelatihan intensif selama 90 jam pelajaran yang mencakup tata kelola koperasi, manajemen keuangan, digitalisasi, kewirausahaan, pengembangan soft skills, hingga kepemimpinan.

"Selain itu pemanfaatan Talent DNA untuk memperkuat integritas, kepemimpinan, serta kesiapan para manajer dalam mengelola KDKMP secara profesional," tutur Destry.

Ia menambahkan, seluruh rangkaian pelatihan akan diakhiri dengan uji sertifikasi kompetensi yang mengacu pada standar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).



(nkm/nkm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads