Ketegangan antara Arab Saudi dan kelompok pemberontak Houthi di Yaman kembali meningkat. Houthi mengancam akan melancarkan serangan terhadap fasilitas minyak serta infrastruktur penting milik Arab Saudi apabila konflik di antara kedua pihak semakin meluas. Ancaman itu muncul beberapa hari setelah Bandara Sanaa yang berada di bawah kendali Houthi menjadi sasaran serangan.
"Semua fasilitas minyak dan instalasi vital Saudi adalah target rudal dan drone kami jika mereka terlibat dalam agresi skala penuh terhadap negara kami dan bergerak menuju eskalasi," kata pemimpin kelompok tersebut, Abdul Malik al-Houthi, dilansir detikNews dari kantor berita AFP, Jumat (17/7/2026).
Sebelumnya, pada Senin lalu, kelompok Houthi yang mendapat dukungan Iran menuding Arab Saudi berada di balik serangan terhadap Bandara Sanaa. Sebagai balasan, Houthi mengklaim melancarkan serangan yang menargetkan bandara di wilayah Arab Saudi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi saling serang itu menjadi eskalasi paling serius sejak kedua pihak menyepakati gencatan senjata pada 2022.
Dalam pidato yang disiarkan melalui televisi, Abdul Malik al-Houthi juga memperingatkan bahwa Bandara Riyadh akan menjadi sasaran apabila terjadi serangan lanjutan terhadap Bandara Sanaa.
"Persamaannya adalah bandara untuk bandara, pelabuhan untuk pelabuhan, dan blokade untuk blokade," kata al-Houthi.
Di sisi lain, pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi menyatakan serangan pada Senin dilakukan untuk mencegah pesawat asal Iran mendarat di Bandara Sanaa.
Selama lebih dari 10 tahun, setiap pesawat yang hendak memasuki wilayah udara Yaman diwajibkan memperoleh izin dari koalisi pimpinan Arab Saudi yang mendukung pemerintah Yaman. Koalisi menyebut kebijakan tersebut diterapkan atas permintaan pemerintah Yaman.
Namun, kelompok Houthi bersama Iran menentang aturan itu dengan membuka penerbangan langsung dari Iran menuju Sanaa. Langkah tersebut memicu kemarahan pemerintah Yaman beserta sekutunya, Arab Saudi.
Sementara itu, pada Selasa, kelompok Houthi mengklaim telah berhasil menembak jatuh sebuah drone pengintai yang dioperasikan Arab Saudi.
