Mojtaba Tegaskan Akan Balas Kematian Ayatolla Ali Khamenei: Kehendak Bangsa

Internasional

Mojtaba Tegaskan Akan Balas Kematian Ayatolla Ali Khamenei: Kehendak Bangsa

Devi Setya - detikSumut
Minggu, 12 Jul 2026 08:30 WIB
Mojtaba Khamenei (File photo: Reuters)
Mojtaba Khamenei (File photo: Reuters)
Jakarta -

Pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menegaskan bahwa pembalasan atas kematian ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, merupakan tuntutan rakyat Iran yang harus diwujudkan. Pernyataan tersebut disampaikan melalui pesan tertulis yang dipublikasikan di akun Telegram resminya.

Pesan itu dirilis pada Sabtu (11/7/2026), bertepatan dengan rangkaian prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei. Dilansir detikHikmah dari The Straits Times, pernyataan tersebut disampaikan beberapa bulan setelah Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan udara Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026.

Dalam pesannya, Mojtaba menegaskan bahwa upaya membalas kematian sang ayah tidak bergantung pada siapa pun yang sedang memimpin negara ataupun menjabat di pemerintahan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pembalasan ini adalah kehendak bangsa kita dan harus dilaksanakan," katanya dalam surat yang ditandatangani pada Jumat (10/7).

Ia menambahkan agenda pembalasan akan tetap dijalankan terlepas dari siapa yang berada di tampuk kepemimpinan Iran.

ADVERTISEMENT

"Masalah ini tidak bergantung pada keberadaan pribadi saya maupun pejabat-pejabat lainnya. Baik kami hadir atau tidak, hal itu akan terjadi," imbuhnya.

Mojtaba juga menegaskan komitmen Iran untuk membalas kematian Ayatollah Ali Khamenei beserta seluruh korban yang gugur dalam konflik tersebut.

"Kami berjanji untuk membalas darah pemimpin yang gugur dan semua martir dari dua perang ini dari para pembunuh kriminal dan tercela itu," kata Khamenei dalam pesan tersebut.

Sementara itu, Ayatollah Ali Khamenei dimakamkan pada Jumat (10/7) dini hari waktu setempat di Kompleks Makam Imam Reza, Mashhad, yang merupakan salah satu situs suci umat Islam Syiah di Iran.

Media pemerintah Iran melaporkan jenazah dimakamkan di kota kelahirannya setelah melewati rangkaian prosesi berkabung selama sepekan. Makam Imam Reza dikenal sebagai salah satu pusat ziarah terbesar di dunia Islam dengan kubah emas dan menara berlapis emas yang menjadi ikon Kota Mashhad.

Sebelum prosesi pemakaman secara tertutup, pemerintah Iran menggelar penghormatan publik di sejumlah kota. Berdasarkan laporan media pemerintah, lebih dari 15 juta orang menghadiri prosesi tersebut, sementara pemerintah Iran memperkirakan total peserta yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan mencapai sekitar 43 juta orang.

Rangkaian berkabung juga berlangsung di sejumlah kota suci di Irak sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada Ayatollah Ali Khamenei.



(nkm/nkm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads