Nasional

Sri Mulyani Bagikan Pengalaman Mengajar di Oxford

Nikita Rosa - detikSumut
Rabu, 15 Jul 2026 16:19 WIB
Sri Mulyani (Foto: Instagram smindrawati)
Medan -

Setelah mengakhiri masa jabatannya selama 14 tahun sebagai Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani melanjutkan kiprahnya di Oxford University. Selama hampir satu tahun menjadi pengajar, ia membagikan pengalaman sekaligus pandangannya di salah satu universitas terbaik di dunia tersebut.

Oxford University dikenal secara konsisten menempati posisi teratas dalam berbagai pemeringkatan universitas dunia. Di kampus tersebut, Sri Mulyani mengajar di Blavatnik School, fakultas yang berfokus pada kebijakan publik.

Mahasiswa yang menempuh pendidikan di Blavatnik School juga berasal dari beragam latar belakang strategis. Mereka merupakan calon perumus kebijakan publik yang nantinya akan menerapkan ilmu yang diperoleh di negara masing-masing.

Melalui unggahan di akun Instagram @blavatnikschool, Sri Mulyani mengungkapkan sejumlah pelajaran yang didapat selama mengajar. Menurutnya, dinamika geopolitik saat ini menghadirkan lebih banyak pilihan, tetapi di saat yang sama membuat proses pengambilan kebijakan publik menjadi semakin kompleks.

Ia juga menyoroti perkembangan artificial intelligence (AI) yang mulai mengubah cara mahasiswa belajar. Selain itu, AI dinilai turut mengubah cara seseorang memberikan masukan terhadap kebijakan publik secara lebih ringkas dan cepat.

"Ini akan menjadi tantangan yang akan dihadapi oleh semua pembuat kebijakan, terutama generasi muda," ungkapnya dalam Instagram @blavatnikschool dikutip Rabu (15/7/2026).

Alumnus University of Illinois Urbana-Champaign tersebut menilai keberhasilan sebuah kebijakan publik sangat bergantung pada hasil yang nyata serta kepercayaan masyarakat. Namun, menurutnya, kedua hal itu semakin sulit diwujudkan di tengah situasi yang penuh ketidakpastian, baik di tingkat nasional maupun global.

"Sebenarnya setiap kebijakan di tingkat publik akan efektif jika ada hasil dan kepercayaan, dan itu menjadi sangat sulit untuk diperoleh selama masa yang sangat fluktuatif dan terpecah-pecah ini, baik dalam masyarakat dan politik, maupun di tingkat nasional dan global," tuturnya.

Artikel ini sudah tayang di detikEdu, baca selengkapnya di sini.



Simak Video "Video Top 5: Penemuan Rafflesia hasseltii hingga Pemenang Miss Universe 2025"

(afb/afb)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork