Anggota DPR Ijeck Desak Penyelesaian Jalur Kereta Api Medan-Aceh Dipercepat

Anggota DPR Ijeck Desak Penyelesaian Jalur Kereta Api Medan-Aceh Dipercepat

Nizar Aldi - detikSumut
Rabu, 15 Jul 2026 12:21 WIB
Anggota Komisi V DPR RI Musa Rajekshah alias Ijeck
Anggota Komisi V DPR RI Musa Rajekshah alias Ijeck (Dok. Pribadi Ijeck)
Medan -

Anggota Komisi V DPR RI Musa Rajekshah alias Ijeck mendesak penyelesaian pembangunan jalur kereta api yang menghubungkan Medan dan Aceh dipercepat. Kereta api dinilai transportasi yang dapat mengurangi kemacetan dan polusi.

"Jalur kereta Medan-Aceh Tamiang itu sudah ada dari zaman Belanda bahkan sekarang jalur kereta bisa dibilang sudah bisa digunakan sampai Aceh Tamiang, karena masih ada jalurnya tapi kita tidak tahu juga kenapa tidak dilanjutkan, bahkan ada satu jalur lagi yang menghubungkan ke Pangkalan Susu Kabupaten Langkat kenapa ini juga tidak dioperasikan" kata Ijeck, Rabu (15/7/2026).

Hal itu diungkapkan Ijeck saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian (DJKA) Perhubungan RI di Senayan. Menurut Ijeck, kereta api saat ini menjadi transportasi massal yang paling efektif, efisien, aman, ramah lingkungan dan tepat waktu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di Negara maju saat ini kereta api ini transportasi yang sangat diunggulkan bahkan jalur kereta api itu lebih banyak dibandingkan jalur kendaraan, contohnya Singapura yang menjadikan kereta api sebagai angkutan massal yang selalu ditingkatkan, bahkan sampai kendaraan mobil jauh berkurang mengurangi kemacetan dan mengurangi polusi," ucapnya.

Ijeck menyoroti jaringan-jaringan kereta api yang ada di Sumut yang mengalami kemunduran. Padahal sejak era kolonial Belanda wilayah Sumut bahkan sampai Aceh sudah memiliki jalur rel yang jauh lebih luas dibandingkan kondisi saat ini.

ADVERTISEMENT

Anggota DPR RI Dapil Sumatera Utara 1 mengingatkan pentingnya untuk mengoptimalkan konektivitas menuju kawasan-kawasan ekonomi strategis. Ia menyebut Pelabuhan Kuala Tanjung yang sudah memiliki jalur kereta api, tetapi pemanfaatannya saat ini masih terbatas untuk angkutan barang dan berharap adanya untuk angkutan penumpang.

"Di Sumatera Utara ada pelabuhan Kuala Tanjung dan pelabuhan Belawan namun hanya sebatas angkutan barang, semoga untuk angkutan penumpangnya segera diadakan agar pertumbuhan ekonomi didaerah tersebut dapat meningkat," jelasnya.

Ijeck juga mengapresiasi rencana pembangunan jalur kereta api hingga Kota Pinang, namun meminta DJKA tidak menghentikan di titik itu saja. Sehingga terjadi konektivitas di Pulau Sumatera menggunakan kereta api.

"Dalam anggaran tadi saya melihat jalurnya sudah sampai Kota Pinang, ini baik tetapi kami berharap jangan sampai Kota Pinang saja, kalau bisa diteruskan sampai Riau agar membuka konektivitas ekonomi lintas Provinsi di Pulau Sumatera," tuturnya.



(niz/afb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads