Komisi V DPR RI melakukan kunjungan kerja meninjau underpass Jalan Gatot Subroto, Kota Medan. Salah satu anggota DPR RI Komisi V Musa Rajekshah alias Ijeck mengaku heran karena dalam perencanaan harusnya dibangun flyover tiba-tiba menjadi underpass.
Kunjungan kerja ini dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda. Kunjungan kerja itu dilakukan hari ini.
Ijeck mempertanyakan kepada Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Sumut terkait pembangunan Underpass Gatot Subroto. Sebab, pembangunan ini awalnya direncanakan membangun flyover tiba-tiba berubah menjadi underpass.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dirinya khawatir, underpass yang dibangun ini dapat menimbulkan masalah baru, seperti kemacetan dan banjir. Sebab, Kota Medan rutin menjadi langganan bencana alam banjir, dikarenakan dihimpit oleh tiga sungai besar.
"Underpass ini kita apresiasi sangat membantu transportasi masyarakat di Kota Medan. Permasalahan yang dari dulu masih terjadi, adalah banjir di Kota Medan. Ada tiga sungai besar yang membelah Kota Medan. Masalah kemacetan jalan. Dulunya ini akan dibangun flyover, tepi kenapa bisa berubah menjadi underpass," kata Ijeck dalam keterangannya.
Pembangunan Underpass Gatot Subroto yang menghubungkan Kota Medan dan Kota Binjai ini sangat membantu. Sebab, underpass yang dibangun dikhawatirkan dapat menjadi kolam, ketika banjir melanda.
"Secara teknis saya nggak paham juga kenapa ini bisa menjadi underpass, ini kan juga rawan dengan genangan air. Jika terjadi banjir, jantung underpass ini agar bisa terus dilalui dengan mengandalkan pompa air. Kalau pompa tersebut mati, apa gak menjadi kolam. Jadi kenapa bisa berubah ini perencanaan, dari flyover menjadi underpass," ucapnya.
Ijeck menduga, perubahan perencanaan flyover menjadi Underpass Gatot Subroto ini karena adanya kepentingan kelompok lain. Kekhawatiran Ijeck muncul, melihat lonjakan perkembangan di Kota Medan, terkhusus pada moda transportasi.
"Jangan gara-gara kepentingan kelompok, uang negara habis untuk merubah perencanaan pembangunan, uang negara kedepannya akan habis sia-sia," ujarnya.
Selain itu, biaya untuk melakukan perawatan terhadap pompa air di underpass ini harus dikeluarkan setiap tahun. Apalagi di Kota Medan, Ijeck menyebutkan hujan sebentar saja genangan air sudah di mana-mana, pompa ini juga harus bekerja secara ekstra.
"Akan terus keluar biaya untuk perawatan pompa airnya. Karena gak hujan lebat saja, pompa ini juga harus bekerja untuk menguras air yang ada di bawah. Uang negara terus keluar untuk ini saja. Harusnya berpikir untuk pembangunan yang dipakai jangka panjang," sebutnya.
Lalu, Ijeck membandingkan pembangunan jalan di negara-negara maju, seperti Singapura dan Jepang, lebih banyak membangun flyover daripada underpass. Ini dilakukan, menurutnya karena pembangunan tersebut memikirkan dampak jangka panjang, jika dibangun flyover, penambahan rute jalur baru dapat cepat dilakukan, tidak seperti underpass.
"Contoh saya lihat di Jepang, di sana itu semua jalan di atas. Kalau dia pun underpass, dia hanya melewati laut. Kalau sudah underpass, mana mungkin bisa bikin lagi bertingkat ke bawah, kalau flyover mungkin bisa ditambah," ucapnya.
Kepala BBPJN Sumut Hardi Siahaan mengatakan pihaknya membangun underpass bukan flyover di Jalan Gatot Subroto, karena kondisi tanah pada lokasi tersebut layak untuk dibuat jalur ke bawah. Flyover disebut digunakan jika tanah dasar lunak.
"Pada kondisi ini hampir rata, kalau cembung kita pilih Underpass. Kalau cekung kita pilih Flyover. Kondisi tanah dasar cukup baik, pompa air bisa kita maneg. Kalau tanah dasar lunak kita pilih flyover," jelas Hardi Siahaan.
Hardi juga mengakui, bahwa pembangunan underpass ini tidak bisa ditambah lagi, seperti yang disampaikan oleh Ijeck. Jika flyover, penambahan jalur dapat dilakukan dengan menambah tingkatan ruas jalan.
"Memang kita tidak bisa menambah lagi kalau underpass ini sudah terbangun. Kita bisa membangun flyover yang bersilangan dengan underpass. Kemacetan ini akan terjadi, kalau tidak dikelola persimpangan. Bagaimana management persimpangan," tuturnya.
Simak Video "Video: Situasi Terkini di Kawasan Gedung DPR, Lalin Arah Slipi Ditutup"
[Gambas:Video 20detik]
(niz/dhm)











































