Pemilik Restoran di China Maafkan Karyawan Penyebab Kebakaran

Internasional

Pemilik Restoran di China Maafkan Karyawan Penyebab Kebakaran

Sonia Basoni - detikSumut
Minggu, 12 Jul 2026 17:31 WIB
Salut! Pemilik Restoran Maafkan Karyawan yang Bikin Usahanya Kebakaran
Foto: Douyin
Medan -

Seorang pemilik restoran barbecue di Kota Zhengzhou, Provinsi Henan, China, memilih memaafkan karyawannya yang secara tidak sengaja memicu kebakaran hebat di tempat usahanya. Keputusan tersebut menjadi sorotan publik karena ia menolak meminta karyawan tersebut mengganti kerugian yang dialami restorannya.

Alih-alih menuntut pertanggungjawaban berupa ganti rugi, pemilik restoran bahkan merobek surat pengakuan utang yang dibuat oleh sang karyawan. Sikap penuh empati itu menuai banyak pujian dari warganet dan membuat restoran tersebut kembali ramai didatangi pelanggan.

Dilansir detikFood dari South China Morning Post, Jumat (11/7/2026), pemilik restoran bernama Liang (45) telah menekuni bisnis kuliner selama lebih dari 20 tahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Restoran barbecue miliknya mempekerjakan lebih dari 20 orang. Salah satunya adalah Liu, seorang juru masak berusia 27 tahun yang telah bekerja selama tujuh tahun di restoran tersebut.

Insiden kebakaran bermula saat pergantian giliran kerja. Liu tanpa sengaja lupa mematikan api kompor yang berada di bawah wajan berisi minyak. Akibatnya, api dengan cepat membesar dan menjalar ke area dapur, gudang, hingga ruang makan VIP restoran.

ADVERTISEMENT

Saat menyadari kejadian itu, Liu berupaya memadamkan api menggunakan selimut tahan api dan alat pemadam kebakaran. Di sisi lain, para pelanggan menghubungi layanan darurat sekaligus memindahkan sepeda listrik yang berada di sekitar lokasi agar tidak ikut terbakar.

Petugas pemadam kebakaran akhirnya berhasil mengendalikan kobaran api. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun bangunan restoran mengalami kerusakan yang cukup serius.

Merasa bertanggung jawab atas kejadian itu, Liu kemudian membuat surat pengakuan utang. Ia juga menawarkan untuk mengganti kerugian melalui pemotongan gaji sebesar 3.000 yuan atau sekitar Rp8 juta setiap bulan.

Namun, Liang justru merobek surat tersebut. Sambil menepuk bahu Liu, ia berkata, "Kita hadapi semuanya bersama-sama."

Liang mengaku tidak ingin membebani karyawannya dengan utang dalam jumlah besar. "Dia dan keluarganya bisa hancur karena utang ini. Karena itu saya memilih menanggung seluruh kerugiannya sendiri," ujar Liang.

Keputusan Liang mendapat apresiasi dari banyak pihak. Rekan-rekan kerja Liu turut menggalang dana, pemilik gedung memberikan keringanan biaya sewa, perusahaan layanan pesan antar makanan membantu menyediakan modal awal, sedangkan tim pengelola properti ikut memperbaiki bangunan restoran.

Berkat dukungan tersebut, restoran kini telah kembali beroperasi dan didatangi pelanggan dari berbagai wilayah di China sebagai bentuk solidaritas.

Selama masa penutupan restoran akibat kebakaran, Liang juga tetap memberikan tunjangan kepada seluruh karyawannya. Karena sikap tersebut, tidak ada satu pun pegawai yang memutuskan untuk mengundurkan diri.



(afb/afb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads