Bagi banyak wisatawan, salah satu lokasi yang dituju saat melancong ke Aceh adalah warung kopi atau cafe. Tempat ini menjadi favorit untuk menikmati secangkir kopi atau kulineran.
Dirangkum detikSumut, Jumat (3/7/2026), di Banda Aceh, bentuk warung kopi berupa toko ataupun lokasi luas yang hanya memiliki atapnya saja. Warung kopi moderen rata-rata tidak memiliki dinding dan dibiarkan terbuka.
Sebagian warung kopi di ibu kota Provinsi Aceh buka 24 jam. Selain itu, jadwal operasionalnya ada yang dari pagi hingga tengah malam, dan ada juga buka sejak Subuh hingga sore menjelang Magrib.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski ada warung yang buka 24 jam, namun mereka tidak melayani pelanggan pada dua waktu yaitu ketika salat Jumat dan Magrib. Pada hari Jumat, seluruh tempat usaha di Aceh tutup baik yang dimiliki muslim maupun non-muslim.
Polisi syariah berpatroli menjelang salat Jumat dan meminta pria agar segera ke masjid. Warga tidak dibolehkan berada di warung hingga pelaksanaan salat selesai.
Sementara di waktu Magrib, pemilik warung berbentuk toko menutup tempat usaha dan mematikan lampunya. Untuk warung tanpa pintu, biasa pengelola hanya mematikan lampu saja tanda sedang tutup.
Pelanggan tetap dibolehkan berada di dalam namun tidak dilayani pemesanan. Bahkan sebagian warung tidak melayani pembayaran saat Magrib. Bila belum bayar sebelum azan berkumandang, traveler harus menunggu waktu salat selesai untuk membayar pesanan.
Setiap warung di Aceh memiliki mushola tempat salat. Sementara pesanan minuman dan makanan baru diproses kembali setelah pelaksanaan salat Magrib selesai.
Tidak ada aturan tertulis terkait penutupan tempat usaha menjelang Magrib namun sudah diterapkan cukup lama.
Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem sempat mewacanakan seluruh toko agar tutup ketika memasuki waktu salat lima waktu. Dia mengaku akan menerbitkan Surat Edaran (SE) tentang itu.
"Sebagai pemimpin kami memiliki tanggungjawab memastikan Syariat Islam berjalan secara kaffah di Aceh. Karena itu, dalam waktu dekat kita akan menerbitkan edaran agar seluruh toko tutup setiap masuk waktu salat," kata Mualem dalam sambutannya sebelum salat Tarawih di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Selasa (4/3/2025).
Namun hingga kini, baru pelaksanaan salat Jumat dan Magrib yang warung kopinya tutup di hari biasa. Ketika bulan Ramadhan, tempat usaha makanan dan minuman baru buka sore hari hingga menjelang imsak.
Jadi bagi traveler yang ingin menikmati secangkir kopi atau kulineran di Aceh, hindari datang ketika pelaksanaan salat Jumat atau waktu salat Magrib tiba.
(agse/dhm)
