Menahan buang air kecil masih sering dianggap sebagai kebiasaan yang sepele, terutama ketika seseorang sedang sibuk bekerja atau melakukan aktivitas lain. Padahal, kebiasaan tersebut dapat berdampak buruk terhadap kesehatan, terutama pada fungsi kandung kemih dan saluran kemih.
Dilansir detikHealth, Konsultan urologi di Manipal Hospital, India, Dr. Ankit Sharma, menjelaskan bahwa kandung kemih secara alami dirancang untuk menampung urine dalam jumlah tertentu. Saat kapasitasnya mulai penuh, saraf akan mengirimkan sinyal ke otak sebagai tanda bahwa tubuh perlu segera buang air kecil.
Namun, jika sinyal tersebut terus diabaikan, berbagai gangguan kesehatan dapat muncul. Dikutip dari Times of India, berikut sejumlah risiko yang dapat terjadi akibat terlalu sering menahan buang air kecil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Otot kandung kemih melemah
Kandung kemih memiliki sifat elastis layaknya balon. Jika terlalu sering dipaksa menahan urine, otot-otot dinding kandung kemih dapat meregang secara berlebihan hingga kehilangan elastisitasnya. Akibatnya, kemampuan kandung kemih untuk berkontraksi saat mengeluarkan urine menjadi menurun.
2. Memicu infeksi saluran kemih (ISK)
Melemahnya otot kandung kemih dapat menyebabkan urine tidak keluar secara tuntas sehingga masih tersisa di dalam kandung kemih. Genangan urine tersebut menjadi tempat berkembang biaknya bakteri yang dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih (ISK).
3. Meningkatkan risiko gangguan ginjal
Masalah tidak hanya terjadi pada kandung kemih. Jika kandung kemih sudah terlalu penuh, urine dapat mengalir kembali melalui ureter menuju ginjal atau dikenal sebagai reflux. Kondisi ini berisiko menyebabkan infeksi ginjal hingga menurunkan fungsi organ tersebut.
4. Menyebabkan kandung kemih overaktif
Kebiasaan menahan buang air kecil juga dapat mengganggu koordinasi antara otak dan kandung kemih. Akibatnya, seseorang berisiko mengalami Overactive Bladder (OAB) atau kandung kemih overaktif, yaitu kondisi yang ditandai dengan dorongan buang air kecil yang muncul tiba-tiba dan sangat sering meski volume urine belum banyak.
Untuk menjaga kesehatan saluran kemih, Dr. Ankit Sharma menyarankan agar tidak menunggu hingga rasa ingin buang air kecil menjadi sangat mendesak. Idealnya, seseorang buang air kecil setiap tiga hingga empat jam sekali.
Apabila muncul keluhan seperti nyeri di perut bagian bawah, anyang-anyangan, atau urine tampak keruh, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin.
(nkm/nkm)
