WHO Ungkap Kasus Kanker Terus Melonjak di Dunia

Khadijah Nur Azizah - detikSumut
Sabtu, 11 Jul 2026 06:00 WIB
Foto: Getty Images/diegograndi
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan kanker masih menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di dunia. Penyakit ini diperkirakan merenggut lebih dari 26.000 jiwa setiap hari, dengan sekitar 20,6 juta kasus baru dan hampir 10 juta kematian setiap tahunnya.

Dilansir detikHealth dari laporan terbaru WHO yang memperingatkan jumlah kasus kanker berpotensi meningkat tajam apabila tidak ada langkah penanganan yang lebih serius secara global. Pada 2050, jumlah kasus baru diproyeksikan mendekati 35 juta.

Laporan bertajuk WHO Global Status Report on Cancer 2026 yang disusun bersama Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC) juga menyoroti masih lebarnya kesenjangan akses terhadap layanan pengobatan kanker di berbagai negara.

Salah satu contohnya terlihat pada pasien kanker payudara. Di negara berpenghasilan tinggi, sekitar 87 persen pasien mampu bertahan hidup hingga lima tahun setelah didiagnosis. Sementara itu, angka kelangsungan hidup di negara berpenghasilan rendah hanya sekitar 42 persen. WHO juga mencatat kurang dari sepertiga negara di dunia telah memasukkan layanan perawatan kanker ke dalam program jaminan kesehatan nasional.

"Kanker adalah penyakit yang sangat personal yang menyentuh hampir semua dari kita. Namun, apakah seseorang bisa selamat dari kanker seharusnya tidak pernah bergantung pada di mana mereka dilahirkan atau berapa banyak penghasilan mereka," tegas Direktur Jenderal WHO, Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus dikutip dari laman WHO, Jumat (10/7/2026).

WHO juga menyoroti bahwa hampir 40 persen kasus kanker berkaitan dengan faktor risiko yang sebenarnya dapat dicegah. Faktor-faktor tersebut meliputi kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, kurangnya aktivitas fisik, obesitas, hingga infeksi virus seperti HPV serta Hepatitis B dan C.

Meski penggunaan tembakau secara global telah menurun sekitar 27 persen sejak 2010 berkat berbagai kebijakan pengendalian rokok, WHO menilai upaya pencegahan masih perlu diperkuat.

"Profil kanker terus berkembang, kini semakin didorong oleh meningkatnya angka obesitas, kurangnya aktivitas fisik, pola makan yang tidak sehat, dan polusi udara. Pencegahan kanker harus tetap menjadi prioritas politik," desak Dr. Elisabete Weiderpass, Direktur IARC.



Simak Video "Video: Rumah Singgah Yayasan Kita Peduli, Tempat Pasien Kanker Menenun Harapan"

(nkm/nkm)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork