Bisnis Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Timur Tengah cuan besar. Sepanjang 2025, Trump berhasil meraup US$ 300 juta atau sekitar Rp 5,39 triliun (Kurs 17.994/US$).
Uang tersebut tidak hanya mengalir ke Trump tapi juga kepada keluarganya. Selain bisnis di Timur Tengah, sumber terbesar berasal dari penjualan separuh kepemilikan saham Tump di perusahaan kripto, World Liberty Financial.
Dikutip dari detikFinance dari Wall Street Journal, Trump memperoleh US$ 263 juta atau Rp 4,73 triliun dari transaksi tersebut. Prosesnya melibatkan entitas yang didukung oleh Sheikh Tahnoon bin Zayed Al Nahyan, anggota keluarga kerajaan Uni Emirat Arab sekaligus saudara Presiden UEA.
Sisa pemasukan dari kawasan Teluk berasal dari bisnis properti. Rinciannya, berasal dari dua pengembang Timur Tengah yang membangun sejumlah tower, dan lapangan golf bermerek Trump dalam tiga tahun terakhir.
Pendapatan dari perjanjian lisensi luar negeri milik Trump Organization melonjak tajam dalam beberapa tahun terakhir. Setelah sempat berjanji menghentikan bisnis asing selama masa jabatan pertamanya, pendapatan dari sektor tersebut hanya mencapai US$ 9 juta pada 2022 dan US$ 8 juta pada 2023.
Namun, angka itu meningkat menjadi US$ 45 juta pada 2024 ketika Trump bersiap kembali ke Gedung Putih, lalu naik lagi menjadi US$ 59 juta pada 2025, seiring pengembangan proyek baru di India, Vietnam, dan Rumania.
Selain penjualan saham, World Liberty Financial juga menghasilkan keuntungan besar lainnya. Trump melaporkan lebih dari US$ 500 juta dari penjualan token yang terkait dengan perusahaan tersebut, meskipun nilai token itu kemudian mengalami penurunan tajam.
Simak Video "Video Terpopuler Sepekan: AS-Iran Perang Lagi, Piala Dunia Terakhir Ronaldo"
(astj/astj)