Tersedak merupakan kondisi ketika saluran napas tersumbat sebagian atau seluruhnya sehingga aliran udara menuju paru-paru terhambat. Pada orang dewasa, penyebab tersedak umumnya adalah makanan, biji-bijian, atau permen. Sementara itu, pada anak-anak, tersedak sering terjadi akibat menelan benda-benda kecil tanpa disadari.
Kondisi ini tidak boleh dianggap sepele karena dapat menghentikan suplai oksigen ke otak. Oleh sebab itu, pertolongan pertama harus segera diberikan untuk mencegah komplikasi yang mengancam jiwa.
Nah untuk detikers, berikut detikSumut rangkum tanda-tanda hingga cara menangani kondisi tersedak. Informasi ini mengutip dari situs resmi Kementerian Kesehatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tanda-Tanda Seseorang Mengalami Tersedak
Salah satu tanda paling umum adalah korban memegang atau mencengkeram lehernya sebagai isyarat sedang tersedak. Pada kasus sumbatan sebagian, korban biasanya masih mampu berbicara atau meminta bantuan. Namun, apabila korban tidak dapat memberikan isyarat, perhatikan beberapa gejala berikut:
- Tidak mampu berbicara.
- Sulit bernapas atau napas terdengar berisik.
- Muncul suara melengking saat mencoba menarik napas.
- Batuk, baik lemah maupun kuat.
- Bibir, kulit, atau kuku berubah menjadi kebiruan hingga kehitaman.
- Wajah memerah, kemudian menjadi pucat atau kebiruan.
- Penurunan kesadaran.
Jenis Tersedak dan Penanganannya
Secara umum, tersedak dibedakan menjadi dua kondisi, yaitu tersedak sebagian dan tersedak penuh.
1. Tersedak Sebagian
Pada kondisi ini, korban masih mampu bernapas, berbicara, batuk, atau menangis. Penanganan difokuskan untuk membantu korban mengeluarkan sumbatan secara mandiri dengan cara:
- Mendorong korban agar terus batuk sehingga benda penyumbat dapat keluar.
- Meminta korban memuntahkan benda yang ada di dalam mulut. Bila diperlukan, korban dapat dirangsang untuk muntah dengan menyentuhkan jari ke bagian belakang langit-langit mulut.
- Jika benda belum keluar, bantu dengan memberikan tepukan secara hati-hati pada punggung bagian atas.
2. Tersedak Penuh
Korban yang mengalami sumbatan total umumnya tidak mampu berbicara, batuk, menangis, maupun bernapas. Tanpa pertolongan segera, korban dapat kehilangan kesadaran. Penanganannya dilakukan secara bertahap melalui tepukan punggung (back blow), dorongan perut (Heimlich maneuver), hingga resusitasi jantung paru (RJP) bila diperlukan.
Cara Melakukan Tepukan Punggung (Back Blow)
- Berdirilah di samping dan sedikit di belakang korban. Untuk anak-anak, posisikan diri dengan berlutut di belakangnya.
- Sangga dada korban menggunakan satu tangan.
- Minta korban membungkukkan badan hingga bagian atas tubuh sejajar dengan lantai.
- Berikan lima kali tepukan kuat di antara kedua tulang belikat menggunakan tumit telapak tangan.
- Jika sumbatan belum keluar, lanjutkan dengan melakukan Heimlich maneuver.
Cara Melakukan Heimlich Maneuver
Langkah-langkahnya sebagai berikut:
- Berdiri di belakang korban, kemudian posisikan salah satu kaki sedikit di depan untuk menjaga keseimbangan.
- Lingkarkan kedua tangan di pinggang korban dan condongkan tubuh korban sedikit ke depan. Untuk anak-anak, lakukan dengan posisi berlutut di belakang korban.
- Kepalkan satu tangan dan letakkan sedikit di atas pusar korban.
- Pegang kepalan tersebut dengan tangan yang lain.
- Berikan dorongan cepat dan kuat ke arah dalam serta ke atas, seolah-olah hendak mengangkat tubuh korban.
- Ulangi sebanyak 6 hingga 10 kali atau sampai benda penyumbat berhasil keluar.
- Apabila sumbatan tetap tidak keluar, segera hubungi layanan ambulans.
- Jika korban kehilangan kesadaran, segera lakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP).
Resusitasi Jantung Paru (RJP)
RJP dilakukan apabila korban tidak sadarkan diri setelah upaya sebelumnya tidak berhasil. Tahapan yang dilakukan meliputi:
- Baringkan korban telentang di atas permukaan yang datar dengan kedua lengan berada di samping tubuh.
Periksa dan bersihkan jalan napas. Bila benda penyumbat terlihat jelas di dalam mulut atau tenggorokan, keluarkan secara hati-hati menggunakan jari. Jangan melakukan sapuan jari apabila benda tidak terlihat karena dapat mendorong sumbatan semakin masuk ke saluran napas, terutama pada anak-anak.
Jika korban tetap tidak memberikan respons, segera mulai melakukan RJP. Kompresi dada yang dilakukan saat RJP dapat membantu mengeluarkan benda penyumbat. Selama proses tersebut, periksa rongga mulut secara berkala untuk melihat apakah sumbatan telah keluar.
Penanganan yang cepat dan tepat sangat menentukan keselamatan korban tersedak. Oleh karena itu, penting bagi setiap orang untuk mengenali tanda-tanda tersedak dan memahami langkah pertolongan pertama yang benar agar dapat memberikan bantuan secara efektif sebelum tenaga medis tiba.
(afb/afb)
