Busa Cemari Sungai-Sawah Warga di Deli Serdang, Diduga Limbah Pabrik

Busa Cemari Sungai-Sawah Warga di Deli Serdang, Diduga Limbah Pabrik

Nizar Aldi - detikSumut
Rabu, 01 Jul 2026 17:21 WIB
Penampakan busa di Sungai Percut, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang
Penampakan busa di Sungai Percut, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang (Foto: Dok. Warga)
Deli Serdang -

Satu video menampilkan busa memenuhi sungai dan sawah di Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, viral di media sosial. Busa itu diduga merupakan limbah pabrik.

Dalam video yang dilihat, Rabu (1/7/2026), terlihat busa itu memenuhi Sungai Percut. Selain itu, areal persawahan di sekitar sungai juga terlihat busa melimpah.

Kepala Desa Percut, Asyhari Syah, mengatakan momen busa di sungai dan sawah itu terjadi pada Selasa (30/6). Awalnya Asyhari mendapat pengaduan dari masyarakat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada aduan masyarakat, dan saya juga langsung lihat di lapangan, karena di depan rumah saya itu sungai gitu. Saya lihat lapangannya, ternyata benar, itu ada buih. Ada buih berbentuk busa yang luar biasa banyaknya yang mengalir ke hilirnya sungai kami," kata Asyhari Syah, Rabu (1/7/2026).

ADVERTISEMENT

Peristiwa serupa pernah terjadi sekitar 2 bulan lalu. Setelah diinvestigasi, buih berbentuk busa itu disebut ditemukan di bendungan Bandar Sidoras.

"Kalau Desa Percut ini nggak ada buihnya pabrik sabun, mungkin di hulunya sana, karena pas kejadian, kita suruh kepala dusun untuk menginvestigasi di lapangan, ternyata setelah diinvestigasi di lapangan, ada sana bendungan namanya Bendungan Bandar Sidoras, di situ pemicunya buih itu terjadi," ucapnya.

Busa itu disebut menyebabkan ikan mabuk dan akhirnya diambil oleh warga. Namun hingga saat ini belum ada keluhan dari masyarakat terkait dengan masalah kesehatan akibat terkena air sungai.

"Kalau pun ada keterangan masyarakat, ikannya mabuk. Nah, ikan pun mabuk kan semua dan masyarakat juga mengutip ikan itu," ujarnya.

Sementara dari laporan Desa Cinta Rakyat, busa juga mencemari persawahan. Namun petugas disebut langsung menutup alirannya.

"Kalau sawah, ada gambarnya dari Kadus, di Cinta Rakyat, desa sebelah, karena di situ ada di situlah awal daripada irigasi tersebut. Tapi setelah berbuhi seperti itu, langsung ditutup petugasnya karena khawatir nanti mungkin merambat sampai ke sawah-sawah yang lain," tuturnya.




(niz/afb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads