Dandim 0209/Labuhanbatu, Letkol Hanung Kapitiaji buka suara soal video viral yang menyebut keterlibatan sejumlah oknum TNI dalam dugaan pencurian 16 ekor lembu di Sei Siarti, Kecamatan Panai Tengah. Hanung menegaskan informasi itu sama sekali tidak benar.
Menurut Hanung, peristiwa sebenarnya terjadi murni sengketa yang melibatkan sesama warga sipil. Tidak ada kaitannya dengan anggota TNI.
"Iya, betul. Itu hoaks," katanya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon oleh detikSumut, Sabtu (27/6/2026).
Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah berkomunikasi dengan kedua belah pihak, baik pemilik lahan maupun pemilik ternak, agar penyelesaian perkara tetap berfokus pada pokok persoalan dan tidak menyeret nama institusi TNI.
"Kami menyampaikan agar fokus pada persoalan sengketa lembu di antara mereka. Jangan menyebarkan informasi yang menyeret aparat karena tidak ada kaitannya," ujarnya.
Hanung juga menyatakan pihaknya siap untuk memfasilitasi mediasi apabila kedua belah pihak yang bersengketa memang membutuhkan. Hal itu dilakukan demi menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Labuhanbatu.
Sementara itu, pemilik lahan, Jefrey Agutomo Ariska juga membantah adanya keterlibatan anggota TNI dalam pengambilan lembu yang terjadi di lahannya.
"Tidak ada keterlibatan oknum TNI sedikit pun dalam pengambilan lembu di lahan saya. Perlu kami tegaskan bahwa pengambilan lembu di dalam kebun saya dilakukan oleh anggota saya," kata Jefrey.
Ia menjelaskan bahwa lokasi yang terlihat dalam video viral tersebut berada di depan area kebunnya. Menurutnya, jalan yang tampak dalam rekaman juga masih merupakan bagian dari lahan miliknya.
"Video itu diambil di depan kebun kami. Jalan yang terlihat dalam video masih berada di dalam area kebun saya. Jadi, jangan mengaitkan persoalan ini dengan aparat," ujarnya.
Simak Video "Video Kapolri Ucapkan HUT ke-81 TNI: Bersama Rakyat Melangkah untuk Indonesia"
(mjy/mjy)