Dandim Labuhanbatu soal Oknum TNI Dituduh Ambil Lembu Warga: Tidak Benar

Dandim Labuhanbatu soal Oknum TNI Dituduh Ambil Lembu Warga: Tidak Benar

Mhd Ilham Pradilla - detikSumut
Sabtu, 27 Jun 2026 21:56 WIB
Lembu yang ditemukan di dalam truk.
Foto: Lembu yang ditemukan di dalam truk. (dok. Tangkapan Layar Video Viral)
Labuhanbatu -

Dandim 0209/Labuhanbatu, Letkol Hanung Kapitiaji buka suara soal video viral yang menyebut keterlibatan sejumlah oknum TNI dalam dugaan pencurian 16 ekor lembu di Sei Siarti, Kecamatan Panai Tengah. Hanung menegaskan informasi itu sama sekali tidak benar.

Menurut Hanung, peristiwa sebenarnya terjadi murni sengketa yang melibatkan sesama warga sipil. Tidak ada kaitannya dengan anggota TNI.

"Iya, betul. Itu hoaks," katanya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon oleh detikSumut, Sabtu (27/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah berkomunikasi dengan kedua belah pihak, baik pemilik lahan maupun pemilik ternak, agar penyelesaian perkara tetap berfokus pada pokok persoalan dan tidak menyeret nama institusi TNI.

"Kami menyampaikan agar fokus pada persoalan sengketa lembu di antara mereka. Jangan menyebarkan informasi yang menyeret aparat karena tidak ada kaitannya," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Hanung juga menyatakan pihaknya siap untuk memfasilitasi mediasi apabila kedua belah pihak yang bersengketa memang membutuhkan. Hal itu dilakukan demi menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Labuhanbatu.

Sementara itu, pemilik lahan, Jefrey Agutomo Ariska juga membantah adanya keterlibatan anggota TNI dalam pengambilan lembu yang terjadi di lahannya.

"Tidak ada keterlibatan oknum TNI sedikit pun dalam pengambilan lembu di lahan saya. Perlu kami tegaskan bahwa pengambilan lembu di dalam kebun saya dilakukan oleh anggota saya," kata Jefrey.

Ia menjelaskan bahwa lokasi yang terlihat dalam video viral tersebut berada di depan area kebunnya. Menurutnya, jalan yang tampak dalam rekaman juga masih merupakan bagian dari lahan miliknya.

"Video itu diambil di depan kebun kami. Jalan yang terlihat dalam video masih berada di dalam area kebun saya. Jadi, jangan mengaitkan persoalan ini dengan aparat," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, video yang menarasikan satu kompi anggota TNI membawa belasan ekor sapi milik warga di Desa Sei Siarti, Kecamatan Panai Tengah, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara (Sumut), viral di media sosial. Pemilik lahan memberikan penjelasan fakta sebenarnya.

Dilihat detikSumut dalam video yang beredar, Sabtu (27/6/2026), tampak sejumlah pria berbadan tegap berjalan di lokasi yang gelap. Perekam video menyorot mereka dengan menggunakan senter sambil memperlihatkan beberapa ekor lembu, truk Colt Diesel berwarna kuning, serta benda yang disebut sebagai alat bius sapi.

Perekam video, Erwin Hutabarat, menuding lembu milik ibunya diambil paksa oleh seorang warga dengan bantuan sejumlah orang.

"Inilah lembu mamaku, Baru Naga, yang diambil paksa oleh anggota Jefri dari lokasi dan sisanya telah dibawa naik Colt Diesel warna kuning. Inilah sisanya ditembak bius dan inilah truk yang dibawa untuk mengangkut," ujar Erwin dalam video tersebut.

Saat diwawancarai, Erwin menyebut lembu yang disebut milik orang tuanya dibawa dengan melibatkan puluhan orang yang disebutnya sebagai anggota TNI.

"Orang termasuk satu kompi. Banyaknya anggota yang dibawa termasuk 25 orang, termasuk satu kompi TNI," kata Erwin kepada detikSumut, Sabtu (27/6).

Selain itu, Erwin mengaku telah ada kesepakatan untuk melakukan mediasi. Namun, menurutnya, mediasi tersebut tidak terlaksana.

"Semalam tanggal 16 pukul 15.00 WIB akan ada mediasi hari Rabu di Polsek Labuhan Bilik. Ternyata mereka ingkar janji, tidak menghargai aparat negara, aparat desa, bahkan masyarakat setempat," ucapnya.

Sementara itu, Jefrey Agusutomo Ariska selaku pemilik lahan membantah mengambil lembu milik orang lain. Ia juga membantah membawa 16 ekor lembu seperti yang disebut dalam video.

"Lembu yang diambil adalah lembu milik saya yang berjumlah enam ekor, tidak ada berjumlah 16 ekor," katanya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Satgas PKH Cek Kontainer Diduga Langgar Ekspor Logam Tanah Jarang di Batam"
[Gambas:Video 20detik]
(mjy/mjy)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads