Tubuh sering memberikan sinyal saat fungsi ginjal mulai menurun, namun gejalanya kerap dianggap sebagai kelelahan biasa akibat aktivitas sehari-hari. Akibatnya, banyak orang baru menyadari adanya gangguan ginjal ketika kondisinya sudah cukup serius.
Padahal, mengenali tanda-tanda awal kerusakan ginjal sangat penting untuk mencegah komplikasi yang lebih berat. Beberapa gejala seperti mudah lelah, pembengkakan, hingga perubahan pola buang air kecil bisa menjadi peringatan bahwa ginjal tidak lagi bekerja secara optimal.
Dikutip detikHealth dari data National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), diabetes dan hipertensi masih mendominasi sebagai biang kerok utama kasus gagal ginjal di seluruh dunia.
"Masalah ginjal bisa tanpa gejala hingga tahap akhir proses penyakit. Inilah sebabnya mengapa penting bagi siapa pun yang menderita salah satu penyakit ini untuk memantau diri mereka sendiri," wanti-wanti Dr Reetesh Sharma, Ketua Nefrologi dan Transplantasi Ginjal dari Rumah Sakit Spesialisasi Super Yatharth, India.
Lantas, apa saja alarm bahaya dari tubuh yang sering kali dianggap sepele? Berikut daftarnya:
Tanda-tanda Ginjal yang Mulai Rusak
1. Kaki Bengkak yang Sering Dikira Efek Penuaan
Banyak orang mengira pergelangan kaki yang membengkak atau kantung mata yang membesar hanya karena efek terlalu banyak mengonsumsi garam, kelelahan, atau faktor penuaan. Nyatanya, itu bisa jadi tanda ginjal mulai kewalahan.
"Ginjal yang rusak tidak seefektif dalam membuang cairan berlebih dari tubuh melalui urinasi, dan dapat menyebabkan penumpukan cairan di dalam tubuh," jelas Dr Sharma, dikutip dari Times of India.
Jika karet kaus kaki mulai meninggalkan bekas yang sangat dalam di kulit, sepatu mendadak terasa sempit, atau wajah tampak sembap di pagi hari, segera lakukan pemeriksaan medis.
2. Urine Berbusa dan Sering Kencing Malam
Perubahan pada pola buang air kecil adalah cara paling jujur dari ginjal untuk menunjukkan kondisinya. Dr Sharma menyebutkan bahwa tanda kerusakan bisa dilihat jika urine mulai tampak berbusa, berwarna keruh, atau bahkan bercampur darah.
Urine yang berbusa pekat menandakan adanya kebocoran protein (albumin), yang menjadi indikator kuat bahwa saringan ginjal sudah bocor. Selain itu, jika lebih sering terbangun di malam hari hanya untuk ke toilet, hal ini tidak boleh lagi diabaikan.