Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Hang Nadim Batam mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir pesisir atau rob di sejumlah wilayah Kepulauan Riau (Kepri). Banjir rob ini diperkirakan berpotensi terjadi di beberapa wilayah Kepri pada 11 hingga 23 Juni 2026.
Prakirawan BMKG Hang Nadim Batam, Noah Dirgantara Ginting mengatakan fenomena Super New Moon atau fase bulan baru yang bertepatan dengan posisi bulan berada di titik terdekat dengan bumi (perigee) pada 15 Juni 2026. Hal itu berpotensi meningkatkan ketinggian muka air laut maksimum di wilayah perairan Kepri.
"Adanya fenomena Super New Moon (perigee dan bulan baru) pada 15 Juni 2026 berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum. Berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut, masyarakat pesisir pantai dihimbau waspada terhadap potensi banjir pesisir atau rob," kata Noah dalam keterangannya, Rabu (10/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BMKG mencatat beberapa wilayah yang berpotensi terdampak banjir rob meliputi pesisir Kota Batam, Kabupaten Lingga, Kabupaten Karimun, hingga Kota Tanjungpinang.
Untuk wilayah Batam, kawasan yang perlu meningkatkan kewaspadaan berada di pesisir Kecamatan Batu Aji, Batu Ampar, Sekupang, Nongsa dan sekitarnya.
Sementara di Kabupaten Lingga, potensi banjir rob diperkirakan terjadi di wilayah pesisir Kecamatan Singkep Barat, Singkep Pesisir, Senayang dan sekitarnya. Kemudian di Kabupaten Karimun meliputi Kecamatan Kundur Barat, Karimun, Meral dan sekitarnya.
Sedangkan di Kota Tanjungpinang, wilayah yang berpotensi terdampak berada di pesisir Kecamatan Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang Barat, Bukit Bestari dan kawasan sekitarnya.
BMKG mengingatkan banjir rob berpotensi mengganggu berbagai aktivitas masyarakat di wilayah pesisir. Dampak yang dapat ditimbulkan antara lain terganggunya aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas warga yang bermukim di kawasan pesisir, hingga kegiatan tambak garam dan perikanan darat.
"Masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di kawasan pesisir diimbau untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca dan pasang surut air laut yang dikeluarkan BMKG serta meningkatkan kewaspadaan selama periode potensi banjir rob berlangsung," ujarnya.
(dhm/dhm)
